TikTok Shop Siapkan 35 Merek Lokal Ekspansi ke Asia Tenggara

ANTARA FOTO/Rina Nur Anggraini/sgd/foc.
Seorang pedagang akan memulai live TikTok Shop di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/1/2024).
Penulis: Rahayu Subekti
11/5/2026, 17.34 WIB

TikTok Shop by Tokopedia melalui program Lokal Mendunia mulai menyiapkan puluhan merek lokal untuk memperluas pasar ke Asia Tenggara. Saat ini ada 50 merek lokal yang bergabung dalam program .

“Sebanyak 35 di antaranya saat ini telah siap untuk ekspansi ke pasar Asia Tenggara,”kata Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Vonny Ernita Susamto dalam acara Media Gathering Lokal Mendunia di Kantor TikTok, Jakarta, Senin (11/5).

Menurut dia, Asia Tenggara menjadi pasar paling relevan sebagai langkah awal ekspansi brand Indonesia. Selain karena kedekatan geografis dan budaya, kawasan ini juga memiliki tingkat adopsi digital commerce yang tinggi.

Ia menambahkan, populasi muslim yang besar di Asia Tenggara turut membuka peluang besar bagi produk halal asal Indonesia, terutama kategori beauty, fashion, outdoor, dan health.

“Dua dari 10 brand kecantikan terbesar di Asia Tenggara berasal dari Indonesia pada 2023. Ini mencerminkan kuatnya posisi merek lokal serta keselarasan dengan preferensi kecantikan di kawasan,” ujarnya.

Vonny menjelaskan, ekspansi regional juga dapat membantu merek lokal mendiversifikasi sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik. Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal produk, melainkan kemampuan beradaptasi dengan perilaku konsumen di negara tujuan.

“Brand tidak hanya perlu memahami konsumen baru, tetapi juga harus mampu menyesuaikan strategi konten, pendekatan pemasaran, hingga operasional lintas negara,” ujarnya.

Melalui program Lokal Mendunia, TikTok Shop by Tokopedia mengklaim menyediakan dukungan menyeluruh mulai dari riset pasar, strategi live commerce, penguatan konten digital, hingga akses ke kreator dan partner lokal di masing-masing negara tujuan.

Dari sejumlah brand yang sudah lebih dulu menjalani program ini, TikTok Shop melihat adanya pertumbuhan positif dari sisi respons pasar, engagement, hingga transaksi dalam waktu relatif singkat.

“Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai basis produksi, tetapi juga sebagai sumber brand konsumen yang kompetitif di pasar regional,” kata Vonny.

Sejumlah hasil awal dari program tersebut juga menunjukkan dampak yang signifikan dalam waktu singkat. Vonny mengatakan, dari batch yang telah berjalan, enam dari delapan merek mencatatkan pertumbuhan GMV yang positif dengan beberapa di antaranya mencapai peningkatan penjualan dua hingga tiga digit hanya dalam hitungan hari.

Selain itu, brand terpilih berhasil meningkatkan penjualan yang didorong oleh live hingga 50 kali lipat dari basis awal. Sementara jumlah penonton LIVE meningkat sebesar 20% hingga 90% yang turut mendorong penemuan produk dan konversi.

“Seluruh capaian ini diraih hanya dalam satu kampanye selama 12 hari, menunjukkan bagaimana pendekatan discovery commerce dapat mempercepat pertumbuhan brand secara signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menilai ekonomi digital dan e-commerce kini bukan lagi sekadar tren, melainkan realitas baru perdagangan global.

“Siapa yang terdepan di dunia digital, itulah yang menang,” ujar Fajarini.

Ia mengatakan pemerintah terus mendorong perluasan pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan seperti Free Trade Agreement (FTA) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), termasuk untuk mendukung perdagangan lintas-negara berbasis e-commerce.

Menurut Fajarini, Indonesia saat ini termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi digital dan e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi brand lokal untuk memperluas pasar ke luar negeri melalui platform digital.

Terlebih lagi, ia mengatakan saat ini Indonesia memiliki target ekspor 7,1% untuk 2026. Fajarini mengatakan idealnya kontribusi ekspor satu negara yang seimbang adalah 25% hingga 30% untuk mendorong satu pertumbuhan ekonomi yang seimbang, menciptakan struktur manufaktur yang cukup produktif, menciptakan rantai pasok yang cukup bagus, menciptakan lapangan kerja yang sangat baik, dan juga transformasi teknologi yang bagus.

Dalam target pemerintah, kontribusi ekspor terhadap produk domestik bruto atau PDB 2026 yaitu 21%. Padahal, kontribusi ekspor terhadap PDB sudah mencapai 22% tahun lalu.

“Oleh karena itu, kami mendorong kinerja ekspor kita ke depan bisa mencapai 25% hingga 30%,” kata Fajarini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti