Tiongkok Minta Jack Ma Rombak Bisnis Ant Group dan Fokus di Pembayaran

Ajeng Dinar Ulfiana|KATADATA.
Pendiri sekaligus Chairman Eksekutif dari Alibaba Group Jack Ma mengisi acara Gelaran International Monetary Fund - World Bank (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua Bali (12/10/2018).
Penulis: Desy Setyowati
28/12/2020, 13.32 WIB

Otoritas Tiongkok menilai, tata kelola anak usaha Alibaba itu di bawah standar, meremehkan persyaratan peraturan, dan terlibat dalam arbitrase peraturan. Sedangkan bank sentral menganggap Ant menggunakan dominasinya untuk menekan pesaing dan merugikan kepentingan ratusan juta konsumen.

Pada minggu lalu, Beijing pun meningkatkan pengawasan terhadap Alibaba dan Ant Group. Mereka juga memulai penyelidikan atas dugaan praktik monopoli perusahaan milik Jack Ma ini.

Dalam pernyataan resminya, Ant mengatakan akan membentuk tim khusus untuk membuat proposal perbaikan tata kelola. Perusahaan berjanji untuk menjaga biaya yang dibebankan kepada konsumen dan mitra tetap, sembari meningkatkan pengendalian risiko.

“Pengetatan regulasi ini puncak dari serangkaian peraturan dan menetapkan arah untuk bisnis Ant ke depan,” kata analis Gavekal Dragonomics yang berbasis di Beijing, Zhang Xiaoxi. “Kami belum melihat indikasi putusan yang jelas. Ant merupakan pemain raksasa di dunia dan setiap pemisahan bisnis harus diwaspadai.”

Kepala penelitian keuangan di Jefferies Financial Group Inc. yang berbasis di Hong Kong, Shujin Chen menilai, pertumbuhan bisnis Ant Group akan terbatas. “Di Tiongkok, industri pembayaran online sedang jenuh dan pangsa pasar Ant sudah mencapai batas,” katanya.

Halaman: