Startupsocial commerce KitaBeli mendapatkan pendanaan Seri B senilai US$ 20 juta atau Rp 299 miliar. Pendanaan ini dimanfaatkan untuk ekspansi ke kota-kota tier 2 dan 3 di Indonesia.
Putaran pendanaan Seri B KitaBeli dipimpin oleh Glade Brook Capital Partners. Sejumlah investor terdahulu, seperti AC Ventures dan GoVentures juga terlibat dalam putaran pendanaan ini. Kemudian, hadir juga investor baru yakni InnoVen Capital.
KitaBeli akan memanfaatkan pendanaan tersebut untuk ekspansi ke berbagai kota tier 2 dan 3 di seluruh Indonesia. Ekspansi ke wilayah tersebut dilakukan karena, kota-kota di wilayah tier 2 dan 3 saat ini mewakili pasar lebih dari US$ 100 miliar atau Rp 1.495 triliun dengan lebih dari 200 juta konsumen.
Kontribusi kota-kota di tier 2 dan 3 juga berkontribusi kepada Produk Domestik Bruto atau PDB mencapai 50%.
Selain ekspansi, KitaBeli akan meluncurkan kategori produk baru, seperti produk kecantikan, perawatan pribadi, produk ibu dan bayi, makanan beku, dan lainnya.
KitaBeli merupakan platform social commerce penyedia produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG). KitaBeli memungkinkan pengguna dan mitranya mendapatkan diskon dan memperoleh pendapatan dengan memanfaatkan jejaring sosial mereka.
Aplikasi tersebut memungkinkan konsumen menikmati diskon melalui pengalaman berbelanja sosial dan gamifikasi. KitaBeli juga menjalankan model bisnis perdagangan sosial direct-to-consumer yang menawarkan pembeli bahan pokok kebutuhan sehari-hari.
Bisnis KitaBeli telah tumbuh lebih dari 10 kali lipat dalam enam bulan. “Dengan sangat berfokus pada konsumen, kami telah mampu mencapai kesesuaian dan skala produk-pasar dengan sangat cepat di pasar yang secara historis belum dimanfaatkan,” kata Co-Founder & CEO of KitaBeli Prateek Chaturvedi dalam siaran pers, Senin (18/7).
Partner di Glade Brook Capital Partners Linda Guo mengatakan, KitaBeli telah menghadirkan akses e-commerce yang lebih baik dan lebih terjangkau ke komunitas tier 2 di Indonesia. "Kami percaya, gelombang pertumbuhan e-commerce berikutnya di Indonesia akan didorong oleh permintaan konsumen di luar kota-kota besar seperti Jakarta,” kata Linda.
Sedangkan, Founder dan Managing Partner AC Ventures Adrian Li mengatakan bahwa pengguna e-commerce berikutnya di Indonesia akan datang dari kota-kota tier 2 dan 3 di Indonesia. "KitaBeli telah berfokus untuk menciptakan solusi yang baik dan cocok untuk konsumen pedesaan," katanya.
Studi ini menganalisis data dari 16 juta sampel transaksi e-commerce di lima marketplace terbesar Indonesia sepanjang Januari-Desember 2021.
Salah satu temuannya, pulsa dan voucher menjadi produk dengan proporsi jumlah transaksi terbesar, yakni 23,4% dari total jumlah transaksi e-commerce pada tahun lalu.