Grab Bawa UMKM Kopi Medan ke Panggung Global Lewat WEF 2026 di Swiss

Grab Indonesia
Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy, CEO Grab Indonesia , Neneng Goenadi, Executive Director dan Co-Founder Coffeenat Harris Hartanto Tan
Penulis: Rahayu Subekti
26/1/2026, 15.01 WIB

Dari Medan, secangkir kopi lokal menembus panggung ekonomi dunia. UMKM kopi artisan Coffeenatics tampil di World Economic Forum atau WEF 2026 di Davos, Swiss, lewat dukungan Grab Indonesia.

Kehadiran Coffeenatics di Paviliun Indonesia WEF 2026 menjadi contoh bagaimana pelaku usaha kecil dan menengah dapat mengambil peran dalam percakapan ekonomi global. Grab menilai partisipasi tersebut mencerminkan potensi besar UMKM lokal untuk bertransformasi, naik kelas, dan bersaing di tingkat internasional.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan UMKM memiliki peran krusial sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bagaimana ekonomi digital berbasis kemitraan dapat tumbuh secara inklusif, dengan UMKM sebagai bagian utama dari ekosistem,” kata dia dalam keterangan pers, akhir pekan lalu (23/1).

Ia menilai tantangan utama ekonomi digital bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas kemitraan dan keberlanjutan penghidupan para pelaku usaha. Melalui WEF 2026, Grab ingin menampilkan pengalaman nyata UMKM Indonesia dalam memanfaatkan teknologi, termasuk akses permodalan, digitalisasi usaha, dan edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Coffeenatics, yang berbasis di Medan dan Jakarta, telah berdiri sejak 2015 dan kini mulai menjangkau pasar internasional, termasuk Singapura. Usaha kopi ini didukung lebih dari 80 anggota tim dan menjalin kemitraan dengan petani lokal di Sumatera dan Bali.

Executive Director dan Co-Founder Coffeenatics Harris Hartanto Tan mengatakan partisipasi di Davos memberi perspektif baru bagi UMKM. “Ini membuka kesempatan bagi kami untuk belajar langsung tentang pasar global, membangun jejaring, dan memahami standar internasional yang relevan dengan industri kopi,” ujar dia.

Menurut Hartanto, pertumbuhan usaha tidak hanya soal ekspansi, tetapi juga dampak yang dihasilkan. Ia mencontohkan bagaimana anggota tim yang awalnya tidak memiliki latar belakang kopi, kini mampu menjadi juara regional dan membawa perubahan bagi kehidupan keluarganya.

“Dari situ kami belajar bahwa Coffeenatics bukan hanya tentang kopi, tetapi tentang mimpi dan perubahan hidup,” kata dia.

Grab mencatat telah mendigitalisasi lebih dari 200 ribu UMKM dalam ekosistemnya. Sejak 2018, digitalisasi tersebut disebut turut menciptakan sekitar 4,6 juta lapangan kerja di Indonesia—dengan Coffeenatics menjadi salah satu contoh perjalanan UMKM lokal dari pasar domestik menuju panggung global.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti