Riset: Ekosistem Ojol Ciptakan 5,53 Juta Lapangan Kerja di Indonesia
Riset yang dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Universitas Paramadina menunjukkan bahwa ekosistem transportasi ojol atau ojek online mampu menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung hingga 5,53 juta orang.
Kepala Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Muhammad Rizal Taufikurahman, mengatakan angka tersebut berasal dari dampak langsung penyerapan tenaga kerja sebagai pengemudi maupun efek berganda (multiplier effect) yang tercipta di berbagai sektor ekonomi.
"Totalnya rekrut tenaga kerja atau multiplayer terhadap tenaga kerja, hitungan kami dari dampak langsung dan dampak tidak langsung di angka 5,53 juta orang. Artinya ojek online ini cukup besar struktur tenaga kerja yang dibuat atau juga yang tercipta," ujar Rizal dalam pemaparan hasil riset, Rabu (3/6).
Rizal menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian tersebut, total dampak penciptaan lapangan kerja yang dihasilkan ekosistem ojek online mencapai 5,53 juta orang. Angka itu terdiri atas 2,91 juta tenaga kerja langsung dan 2,62 juta tenaga kerja tidak langsung.
"Dari perhitungan kami, dampak tidak langsung yang tercipta dari aktivitas 2,91 juta pengemudi tersebut mencapai 2,62 juta tenaga kerja. Mereka tersebar di sektor UMKM, logistik, perdagangan, hingga berbagai sektor jasa pendukung lainnya," katanya.
Menurut dia, keberadaan ojek online tidak hanya menciptakan pekerjaan bagi para pengemudi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi berbagai pihak yang mendukung operasional sektor tersebut. Mulai dari pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), sektor logistik, perdagangan, hingga layanan transportasi pendukung lainnya.
Rizal menjelaskan, berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa satu pengemudi transportasi online dapat menciptakan tambahan lapangan kerja melalui aktivitas ekonomi yang ditimbulkannya. Dalam sejumlah literatur, satu pengemudi disebut mampu menciptakan sekitar 1,6 tenaga kerja tambahan.
Riset tersebut juga menegaskan bahwa transportasi online berperan sebagai bantalan ketenagakerjaan (employment buffer), terutama bagi pekerja perkotaan dengan keterampilan rendah hingga menengah maupun korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain menjadi sumber pendapatan rumah tangga, sektor ini dinilai mampu membantu menekan tingkat pengangguran sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal dan nasional.
"Artinya, ojek online memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap struktur ketenagakerjaan yang tercipta di Indonesia. Tidak hanya menciptakan pekerjaan secara langsung, tetapi juga memunculkan aktivitas ekonomi baru yang menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai sektor," ujar Rizal.