Grab Targetkan Jumlah Ojol dan Taksi Online Listrik Naik Tiga Kali Lipat

ANTARA FOTO/Muhammad Rizky Febriansyah/bay/bar
Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listriknya di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Penulis: Rahayu Subekti
29/6/2026, 18.27 WIB

Grab Indonesia membidik peningkatan penggunaan layanan armada ojol dan taksi online listrik pada tahun ini. Perusahaan sudah memiliki armada listrik di layanan ride hailing sebanyak 14 ribu unit tahun lalu.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan kendaraan listrik yang digunakan per Mei 2026 sudah mencapai 28 ribu unit. Neneng mengatakan angka itu sudah naik sekitar dua kali lipat dari 2025.

Ia menegaskan, Grab berkomitmen untuk mencapai peningkatan penggunaan kendaraan listrik pada tahun ini mencapai 42 ribu unit “Kami berkomitmen untuk mencapai tiga kali lipat dari 2025 pada akhir tahun 2026,” kata Neneng dalam acara peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (29/6).

Neneng yakin upaya tersebut akan berdampak kepada keberlanjutan dan memberikan dampak lebih besar ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan target pengembangan kendaraan listrik ini, ia menyatakan Grab akan menghadirkan layanan lebih hemat energi di layanan GrabCar, GrabBike, GrabExpress, dan GrabFood.

“Jadi semuanya, layanan kami tersedia dengan electric dan masyarakat juga bisa memilih mau yang mana,” ujarnya.

Neneng menjelaskan dari target 42 ribu armada listrik pada akhir tahun ini, sepertiganya akan digunakan untuk layanan GrabCar. Semnetara motor sekitar dua pertiganya dari tital target pada 2026.

Bijak Gunakan BBM

Upaya Grab meningkatkan penggunaan armada listrik sebagai bagian dari bijak program bijak menggunakan BBM. Neneng mengatakan gerakan ini mengajak masyarakat untuk membuat pilihan yang lebih bijak dalam menggunakan energi melalui aktivitas sehari-hari.

“Inisiatif ini hadir di tengah dinamika global yang turut memberikan tekanan kepada sektor energi, termasuk tentunya harga BBM dan biaya mobilitas masyarakat. Karena itu, efisiensi energi menjadi semakin penting untuk kita dorong bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY juga menyoroti tentang emisi karbon yang terus menjadi
ancaman yang serius bagi kehidupan. Begitu juga kepada kesehatan manusia dan lingkungan serta
bumi.

Tentu kita ingin terus tumbuh ekonominya, terus membangun termasuk infrastruktur, tapi dengan tetap ramah pada lingkungan, dengan tetap menjaga
kelestarian bumi kita.

“Oleh karena itu semangatnya adalah transisi energi baru dan terbarukan,” kata AHY.

AHY mengungkapkan dari data emisi CO2, paling besar berasal dari sektor energi. Ia menyebut, 55% CO2, kontribusinya berasal dari sektor energi. Sementara 22% dari sektor transportasi.

“Sektor transportasi multimoda itu 22% dan kalau kita bedah lagi dari sektor transportasinya saja, maka 89% itu berasal dari transportasi darat. Tentu berarti ini bicara kendaraan roda empat dan roda dua,” ujarnya.

Karena itu, AHY mendukung upaya Grab terus menambah penggunaan armada listriknya pada tahun ini. Ia mengatakan, pemerintah akan membangun ekosistem, termasuk memastikan kebijakan-kebijakan yang dibuat bisa mendukung industri dan pengembangan elektrifikasi kendaraan.

“Dukungan ini termasuk insentif pajak, insentif bagi industri dan para investor untuk mengembangkan misalnya baterai dan pengembangan mobil nasional termasuk motor-motor listrik dan lain sebagainya,” kata AHY. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti