Grab Luncurkan Fitur Khusus Remaja, Orang Tua Kini Bisa Pantau Perjalanan Anak

Antara
Grab Indonesia menghadirkan GrabKeluarga Fitur Remaja. Layanan ini dirancang untuk mendukung mobilitas remaja usia 13-18 tahun agar dapat bepergian lebih mandiri tanpa mengurangi rasa aman bagi orang tua.
Penulis: Rahayu Subekti
1/7/2026, 08.47 WIB

Grab Indonesia menghadirkan GrabKeluarga Fitur Remaja. Layanan ini dirancang untuk mendukung mobilitas remaja usia 13-18 tahun agar dapat bepergian lebih mandiri tanpa mengurangi rasa aman bagi orang tua.

Melalui fitur ini, orang tua dapat memantau perjalanan anak secara real time dan tetap berkomunikasi selama perjalanan. Selain itu ornag tua juga mendapatkan akses terhadap berbagai fitur keamanan.

Peluncuran fitur tersebut berangkat dari kenyataan bahwa banyak orang tua masih merasa khawatir melepas anak bepergian sendiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sekitar 63% remaja Indonesia berusia 13-18 tahun masih berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi atau diantar orang tua.

Sementara itu, hanya sekitar 7,7% yang menggunakan transportasi umum secara mandiri, termasuk layanan ride-hailing.

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO and Bank Grab Indonesia Asep Haekal mengatakan kemandirian remaja merupakan proses yang perlu dibangun secara bertahap. Hal ini dengan dukungan teknologi yang mampu menjembatani kebutuhan anak dan orang tua.

"Melalui GrabKeluarga Fitur Remaja, kami ingin membantu keluarga memberi ruang bagi anak untuk belajar bepergian mandiri, dengan tetap menghadirkan lapisan keamanan, pemantauan, dan komunikasi yang membuat orang tua lebih tenang," kata Asep dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (1/7).

Menurut Grab, layanan tersebut menjadi inovasi pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan perlindungan keamanan menyeluruh bagi mobilitas remaja dalam layanan ride-hailing.

Sejumlah fitur disematkan untuk meningkatkan keamanan perjalanan. Orang tua dapat memastikan anak menaiki kendaraan yang benar melalui PIN Verification, memantau perjalanan secara langsung lewat Trip Monitoring, serta berkomunikasi bersama anak dan mitra pengemudi melalui Three-Way Chat.

Selain itu, tersedia pula fitur Emergency Help dan Always-on AudioProtect khusus layanan GrabCar sebagai lapisan perlindungan tambahan selama perjalanan. Orang tua juga dapat memesan perjalanan untuk anak melalui fitur Book on Behalf dan mengatur pembayaran menggunakan Family Payment Method.

Pendampingan dengan Memanfaatkan Teknologi

Psikolog keluarga Pritta Tyas menilai kekhawatiran orang tua saat anak mulai bepergian sendiri merupakan hal yang wajar. Menurutnya, pendampingan tetap diperlukan, namun dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi sehingga anak tetap memiliki ruang untuk belajar mandiri.

"Dengan teknologi, orang tua tetap bisa terinformasi tanpa mengurangi kesempatan remaja untuk belajar mengambil tanggung jawab atas mobilitasnya," ujarnya.

Senada, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Titi Eko Rahayu, mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, platform digital dapat berkontribusi membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman bagi anak, remaja, keluarga, dan masyarakat luas.

Sejak pertama kali diluncurkan pada Desember 2025, layanan GrabKeluarga telah digunakan lebih dari 70 ribu pengguna untuk memesan dan memantau perjalanan anggota keluarga melalui satu aplikasi. Melalui penambahan fitur khusus remaja ini, Grab berharap semakin banyak keluarga yang merasa lebih percaya diri memberikan ruang bagi anak untuk bepergian secara mandiri, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan pengawasan.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti