Pusat Data Amazon Web Services di UEA Terbakar, Layanan Cloud Terguncang

Amazon Europe
Amazon Web Services (AWS) mengonfirmasi salah satu pusat data miliknya yang berada di Uni Emirat Arab (UEA) mengalami kebakaran karena terkena puing di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Penulis: Rahayu Subekti
2/3/2026, 18.04 WIB

Amazon Web Services (AWS) mengonfirmasi salah satu pusat data miliknya yang berada di Uni Emirat Arab (UEA) mengalami kebakaran karena terkena puing di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Insiden tersebut menyebabkan gangguan konektivitas pada salah satu zona ketersediaan AWS di wilayah tersebut. Menurut laporan Business Insider, Senin (2/3), AWS menyebutkan sekitar pukul 07.30 waktu setempat, benda tersebut memicu percikan api dan kebakaran namun perusahaan tidak merinci objek apa yang mengenai fasilitas tersebut.

“Dinas pemadam kebakaran dilaporkan langsung memutus aliran listrik ke fasilitas dan generator untuk memudahkan proses pemadaman api,” kata AWS dalam keterangan resmi seperti dikutip Business Insider.

Akibatnya, konektivitas dan sejumlah layanan terdampak di zona tersebut mengalami gangguan. Menurut peta cakupan AWS, perusahaan memiliki tiga zona ketersediaan di UEA.

Setiap zona ketersediaan dapat terdiri atas satu atau lebih pusat data dalam satu wilayah yang dirancang untuk memastikan keandalan dan redundansi layanan cloud.

Amazon Berupaya Pulihkan Daya dan Konektivitas

AWS juga menyebut gangguan juga berdampak pada layanan lain, seperti DynamoDB dan S3 yang mengalami peningkatan tingkat kesalahan atau error rate dan latensi signifikan. Perusahaan menyatakan tengah berupaya memulihkan daya dan konektivitas sebelum memulihkan sumber daya pelanggan yang terdampak. Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu beberapa jam.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, serta serangan balasan Iran terhadap sejumlah aset AS di negara-negara Teluk. Sejumlah laporan dan rekaman video menunjukkan rudal melintas di langit Dubai selama akhir pekan, dengan beberapa dampak menyebabkan kebakaran dan gangguan infrastruktur di berbagai lokasi.

Selain pusat data AWS, beberapa properti ikonik di Dubai juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk hotel mewah Fairmont The Palm dan Burj Al Arab, serta bandara utama Dubai.

Menjelang Minggu (1/3) malam waktu setempat, AWS menyatakan mulai melihat tanda-tanda pemulihan signifikan pada sejumlah sistem. Meskipun begitu, pasokan listrik di pusat data yang terdampak masih belum sepenuhnya pulih.

AWS merekomendasikan pelanggan yang memungkinkan untuk memanfaatkan zona ketersediaan alternatif atau wilayah AWS lainnya guna meminimalkan dampak gangguan.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti