Daftar Raksasa Teknologi yang Perkuat AI Militer AS: Anthropic hingga Google
Penggunaan AI untuk perang, terutama pengawasan penduduk secara massal dan senjata otonom, menjadi sorotan para karyawan di perusahaan teknologi Amerika Serikat. Pegawai Google dan OpenAI bahkan membuat petisi yang meminta kecerdasan buatan tak dipakai untuk perang, di tengah serangan AS dan Israel ke Iran.
Dikutip dari The Guardian pada Selasa (3/3), komando militer AS menyatakan mereka menggunakan alat berbasis AI Anthropic untuk tujuan menganalisis data intelijen dalam jumlah besar, serta memilih target dan melakukan simulasi medan perang.
Model AI Anthropic, Claude disebut memperpendek rantai pembunuhan, karena proses identifikasi target hingga persetujuan hukum dan peluncuran serangan menjadi lebih cepat.
Para akademisi mengatakan bahwa AI mempersingkat waktu perencanaan yang dibutuhkan untuk serangan kompleks, fenomena yang dikenal sebagai ‘kompresi keputusan’, yang dikhawatirkan sebagian orang dapat mengakibatkan para ahli militer dan hukum manusia hanya sekadar menyetujui rencana serangan otomatis.
“Mesin AI memberikan rekomendasi tentang apa yang harus ditargetkan, yang sebenarnya jauh lebih cepat dalam beberapa hal daripada kecepatan berpikir,” kata dosen senior geografi politik di Universitas Newcastle dan ahli dalam rantai pembunuhan Craig Jones dikutip dari The Guardian, Selasa (3/3).
“Jadi Anda memiliki skala dan kecepatan, Anda melakukan serangan untuk tujuan pembunuhan, pada saat yang sama melumpuhkan kemampuan rezim untuk merespons dengan semua rudal balistik udara. Itu mungkin membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu dalam perang-perang di masa lalu. Kini, Anda melakukan semuanya sekaligus,” Jones menambahkan.
Berikut daftar perusahaan teknologi yang bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS (DoD) atau Pentagon, yang kini bernama Departemen Perang:
OpenAI
- Jenis kerja sama: Kontrak AI untuk pengembangan sistem AI untuk pertahanan dan keamanan nasional.
- Nilai kontrak: USD 200 juta (Rp 3,2 triliun)
- Tahun: 2025 - 2026.
- Keterangan: Kontrak ini bagian dari inisiatif AI militer besar yang mencakup penyediaan versi ChatGPT Gov dan model AI lainnya untuk jaringan rahasia pemerintah. Model ini dibatasi oleh batasan etis terkait penggunaan oleh militer, sebagaimana dikutip dari Antara.
Palantir
- Jenis kerja sama: Enterprise Service Agreement dengan U.S. Army menyatukan banyak kontrak kecil menjadi satu payung besar.
- Nilai kontrak: Total US$ 10 miliar
- Tahun: 2025 - 2035
- Keterangan: Kontrak ini akan mempercepat pengadaan layanan software, data analytics, dan AI di lingkungan militer dengan menghapus biaya perantara dan mempercepat proses pembelian, sebagaimana dikutip dari Army Recognition pada 2025.
Anduril Industries
- Jenis kerja sama: Kontrak pertahanan teknologi, termasuk sistem pertahanan udara, drone otonom, dan perangkat lunak terkait.
- Nilai kontrak yang dilaporkan: kontrak US$ 250 juta untuk sistem pertahanan udara (Roadrunner & Pulsar) dan kontrak US$ 99 juta untuk proyek Thunderdome (AI Lattice software) dari Air Force (2025 - 2030)
- Tahun: 2024–2025 (kontrak aktif).
- Keterangan: Anduril fokus pada sistem otonom, drone, dan integrasi AI di medan perang; kontrak bersifat indefinite delivery/indefinite quantity (pembayaran sesuai realisasi) dan prototyping, dikutip dari laman Departemen Perang.
Scale AI
- Jenis kerja sama: Kontrak prototype Other Transaction untuk proyek AI bernama Thunderforge
- Nilai kontrak: Mencakup jutaan dolar (secara multimillion-dollar, laporan media); sUmber yang tersedia menyebut “nilai jutaan dolar”, bukan total plafon spesifik seperti AI 4 besar di atas
- Tahun: 2025
- Isi kerja sama: Pengembangan agen AI untuk perencanaan dan operasi militer yang membantu dalam pengambilan keputusan militer, pengolahan data intelijen, dan otomatisasi workflow dengan integrasi dari berbagai perusahaan teknologi, sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional.
Carahsoft
- Jenis kerja sama: Penyediaan infrastruktur lunak dan lisensi software untuk DoD
- Nilai kontrak historis: US$ 975 juta kontrak blanket, US$ 820,45 juta BPA, dan US$ 45 juta untuk lisensi perangkat lunak komersial siap pakai dan perangkat lunak teknis untuk mendukung operasi jaringan teknologi informasi.
- Tahun: 2016 - 2019 (data historis)
- Keterangan: Carahsoft vendor besar untuk berbagai produk software di lingkungan AS, termasuk DoD, meskipun tahun-tahun kontraknya sebelumnya lebih awal
Shield AI
- Jenis kerja sama: Kontrak dengan Angkatan Udara AS dan program Joint All-Domain Command and Control (JADC2)
- Nilai: Contoh kontrak USD 60 juta melalui AFWERX-STRATFI
- Tahun: 2021–2022 (kontrak awal)
- Keterangan: Fokus pada sistem UAV otonom, termasuk V-BAT dan integrasi AI untuk intelijen & surveilans
- Jenis kerja sama: Salah satu perusahaan AI yang mendapatkan kontrak DoD sampai US$ 200 juta untuk inisiatif AI strategis bersama OpenAI dan xAI (2025)
- Tahun: 2025
- Keterangan: Bagian dari program AI frontier Pentagon untuk mempercepat adopsi teknologi keunggulan strategis
- Isi kerja sama: Membantu dalam frontier AI tools bersama dengan tiga perusahaan teknologi lainnya untuk tujuan berbagai aplikasi pertahanan (analisis data, pengembangan layanan AI, dan lainnya
- Sumber utama resmi: Pengumuman resmi Pentagon melalui CDAO (Chief Digital and AI Officer)
xAI
- Jenis kerja sama: Pengembangan dan penyediaan alat dan model AI untuk Departemen Pertahanan “Grok for Government” (varian model Grok guna operasi pemerintah)
- Isi kerja sama: AI canggih untuk aplikasi militer dan keamanan nasional
- Nilai kontrak: Hingga US$ 200 juta (plafon kontrak yang sama untuk 4 perusahaan)
- Tahun: 2025
- Sumber utama resmi: Kontrak penghargaan DoD yang diumumkan oleh Pentagon & liputan media terkait
Anthropic
- Jenis kerja sama: integrasi dengan sistem Palantir
- Nilai kontrak: US$ 200 juta
- Jenis kerja sama: Kontrak pengembangan AI tingkat lanjut untuk aplikasi militer
- Isi kerja sama: Penggunaan model AI Claude untuk mendukung operasi dan sistem intelijen yang didefinisikan oleh DoD
- Nilai kontrak: Hingga US$200 juta (plafon kontrak)
- Tahun: 2025 (diumumkan pada Juli 2025)
- Status: Kontrak telah menjadi kontroversial terkait batasan penggunaan (perusahaan menolak melepas beberapa pembatas etis), dan pemerintah AS baru-baru ini memberi ultimatum yang berpotensi mengubah status kerja sama
AS dan Israel melancarkan hampir 900 serangan terhadap Iran hanya dalam 12 jam pertama. Rudal Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Selain di Iran, Amerika Serikat disebut memakai AI dalam serangan ke Venezuela. Israel juga menggunakan kecerdasan buatan dalam serangan di Gaza, Palestina.