Cerita Warganet Tertipu Puluhan Juta Karena Pemalsuan Kontak di Google
Salah seorang warganet tertipu puluhan juta karena pemalsuan kontak di Google. Melalui akun resmi Instagramnya @yuliani_salim mengaku menjadi korban penipuan ini hanya dalam waktu lima menit.
“Jumat malam kemarin aku kehilangan Rp 60.000.123 bukan karena bisnis gagal. Bukan karena investasi. Tapi karena scam lima menit di Google,” kata Yuliani, Selasa (10/3)
Ia menceritakan, penipuan ini berawal dari hal yang terlihat sepele. Sebelumnya ia membeli tiket penerbangan Lion Air pergi pulang dari Palembang ke Jakarta.
Yuliani mengatakan ia memesan penerbangan paling pagi pukul 06.00 WIB. Hal ini ia lakukan agar terhindar dari keterlambatan penerbangan, namun jadwal perjalanan ini dijadwalkan ulang oleh maskapai.
“Tiba-tiba penerbangan di-reschedule ke 10.20 WIB. Masalahnya, aku sudah ada client appointment jam 09.00 pagi. Kalau sampai cancel, bisa di-blacklist client,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, Yuliani mencari cara untuk menjadwalkan ulang penerbangannya. Namun, di situs resmi Lion Air hanya ada kontak customer service WhatsApp dan sangat lama direspons.
Karena panik, Yuliani mencari kontak lain melalui Google namun ini menjadi permulaan ia terkena penipuan. “Nomor itu tertulis Layanan Darurat 24 jam Lion Air. "Cara bicaranya professional, instruksinya jelas. Kedengarannya 100% legit. Aku dipandu reschedule, katanya cuma perlu bayar fee Rp 6.500,” kata Yuliani dalam unggahannya di Instagram.
Selanjutnya ia diarahkan ke sebuah situs dan diinstruksikan klik BCA individual lalu isi kolom Appli 1. Yuliani mengaku saat itu panik dan langsung mengikuti instruksi tersebut.
“Lima menit setelah transaksi, BOOM. Transaksi berhasil sebesar Rp 60.000.123. Shock, marah, panik, sedih. Kerja pontang panting pergi begitu saja,” katanya.
Ia mengunggah ceritanya itu agar penipuan semacam itu tidak terjadi kepada orang lain. Sebab, ia merasa penipuan seperti itu mulai sangat meyakinkan.
“Hari ini aku yang kena, besok bisa siapa saja. Please double check every call center you find on Google,” ujar Yuliani.
Nomor Kontak Restoran di Google Diubah Oknum, Konsumen Tertipu
Modus serupa melalui kontak yang dimunculkan di Google kerap terjadi menjelang Lebaran. Sebelumnya, Pemilik kedai H. Asari yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, bercerita melalui akun Instagram @kedai_h.asari bahwa nomor telepon restoran di Google Maps diubah oleh oknum. Dengan begitu, konsumen memesan lewat nomor kontak penipu.
Pelaku kemudian meminta calon korban mengirimkan uang ke rekening, namun makanan tidak dikirim.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya juga meminta masyarakat mewaspadai penipuan yang kerap muncul sebelum Lebaran. Modusnya beragam, mulai dari mengganti kontak toko atau perusahaan resmi di Google Maps hingga berpura-pura menjadi kurir dengan metode bayar di tempat alias cash on delivery (COD).
“Trennya meningkat dibandingkan sebelum bulan puasa,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers RDKB OJK di Jakarta, Selasa (3/3).
OJK menerima 13.130 terkait penipuan selama sepuluh hari Ramadan. Selain itu, OJK menerima pengaduan mengenai 22.593 rekening yang terindikasi penipuan.