Pejabat AS Minta Akses ke AI Mythos yang Batal Dirilis Anthropic karena Bahaya

Instagram/White House
Donald Trump
Penulis: Desy Setyowati
20/4/2026, 10.04 WIB

Pejabat pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump meminta Anthropic memberikan akses ke AI Claude Mythos. Anthropic batal merilis model akal imitasi ini ke publik, karena berbahaya.

CEO Anthropic Dario Amodei menghadiri pertemuan dengan pejabat AS di Gedung Putih pada Jumat (18/4) waktu AS. Gedung Putih mengatakan pertemuan berlangsung ‘produktif dan konstruktif’, karena pemerintahan Trump berupaya mendapatkan akses yang lebih luas ke model AI Claude Mythos.

Padahal, Trump sebelumnya memasukkan Anthropic ke daftar hitam yang memuat perusahaan yang dianggap berisiko bagi keamanan nasional, lantaran perusahaan menolak Claude digunakan untuk pengawasan penduduk secara massal atau senjata otonom.

Gedung Putih mengatakan bahwa peluang untuk berkolaborasi dan mengatasi tantangan dari kecerdasan buatan telah dibahas. Mereka berencana melanjutkan dialog dengan Anthropic dan perusahaan AI lainnya.

“Pertemuan itu mencerminkan komitmen berkelanjutan Anthropic untuk terlibat dengan pemerintah AS dalam pengembangan AI yang bertanggung jawab,” kata perusahaan dalam pernyataan pers dikutip dari Bloomberg, Senin (20/4), mengisyaratkan bahwa CEO hadir.

Menurut sumber yang mengetahui masalah itu, identitas para peserta tidak boleh disebut karena sifat pembicaraan yang sensitif. “Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles termasuk di antara mereka yang hadir,” demikian dikutip.

Sementara itu, Trump mengatakan dirinya tidak tahu mengenai pertemuan Gedung Putih dan CEO Anthropic, dikutip dari CNBC Internasional.

Kenapa Claude Mythos Berbahaya?

Anthropic mengumumkan model AI Mythos pada 7 April, namun menolak untuk merilisnya ke publik karena dianggap berbahaya. “Dampak buruknya, bagi perekonomian, keselamatan publik, dan keamanan nasional, bisa sangat parah,” kata Anthropic di situs web.

Dokumen teknis setebal 245 halaman yang dirilis bersamaan dengan pengumuman itu, menguraikan apa yang Anthropic sebut sebagai lompatan besar dalam kemampuan. Model AI Mythos beroperasi seperti seorang engineer software atau perangkat lunak senior. Model AI ini menunjukkan kemampuan untuk mendeteksi bug halus dan memperbaiki kesalahan sendiri.

Model AI ini juga mencetak 31 poin persentase lebih tinggi daripada model mutakhir Anthropic sebelumnya, Opus 4.6, pada Olimpiade Matematika USAMO 2026, kompetisi berbasis pembuktian yang melelahkan selama dua hari.

Namun, kemampuan itu menjadikan Mythos sebagai senjata ofensif yang tangguh. Anthropic mengatakan bahwa Mythos dapat mengungguli semua manusia, kecuali yang paling terampil dalam mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak.

Dalam pengujian, Mythos menemukan kesalahan kritis di setiap sistem operasi (OS) dan peramban web yang banyak digunakan. Dari kerentanan itu, 99% belum ditambal. Dan Anthropic hanya mengungkapkan sebagian kecil dari apa yang mereka klaim telah temukan.

Evaluasi independen menunjukkan bahwa bahayanya nyata, meskipun lebih terbatas daripada yang diisyaratkan perusahaan. Penilaian oleh AI Security Institute (AISI) Inggris , yang diberikan akses awal, menemukan bahwa model AI Mythos berhasil dalam tugas peretasan tingkat ahli sebanyak 73%. Sebelum April 2025, tidak ada model AI yang dapat menyelesaikan tugas-tugas ini sama sekali.

Jika AI seperti itu digunakan oleh pelaku kejahatan, maka bisa membobol sistem infrastruktur penting, termasuk bank atau bahkan milik suatu negara.

Alih-alih peluncuran publik, Anthropic membatasi akses AI Mythos ke sejumlah organisasi untuk digunakan secara defensif, memungkinkan mereka untuk memindai jaringan dan menambal masalah sebelum kelemahan tersebut diketahui publik.

Inisiatif itu disebut Project Glasswing . Kelompok awal yang menguji coba AI Mythos di antaranya Microsoft, Google, Apple, Amazon Web Services, JPMorgan Chase, dan Nvidia.

Bank-bank di Jerman mengatakan mereka sedang berkonsultasi dengan pihak berwenang dan pakar siber tentang risiko AI Mythos. Sementara itu, Bank of England mengatakan pengujian risiko AI telah diintensifkan setelah Mythos muncul.

Namun, komunitas keamanan siber tetap terpecah pendapat mengenai tingkat keparahan ancaman yang sebenarnya. “Pengumuman Anthropic sangat dramatis dan merupakan keberhasilan PR, jika bukan yang lain,” kata seorang profesor di Sekolah Keamanan Siber dan Privasi di Institut Teknologi Georgia dan mantan penasihat pemerintahan Clinton dan Obama Peter Swire dikutip dari Scientific American.

AS Ingin Menggunakan AI Mythos

Diskusi pada Jumat (17/4), dapat membuka jalan bagi lembaga-lembaga federal utama di AS untuk mulai menggunakan Mythos. Kepala Petugas Informasi Federal dari Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Gedung Putih Gregory Barbaccia mengatakan lewat email, bahwa instansi sedang menyiapkan perlindungan yang dapat memungkinkan lembaga-lembaga untuk mulai menggunakan alat AI yang dijaga ketat itu.

Para pejabat tinggi AS telah mendesak para pemimpin perusahaan di Wall Street untuk menggunakan Mythos, guna mengidentifikasi kelemahan keamanan siber dalam sistem mereka dan memperbaikinya. Bank-bank termasuk JPMorgan Chase & Co., Goldman Sachs Group Inc., dan Citigroup Inc. telah menguji teknologi ini secara internal untuk menemukan kerentanan.

Baik Anthropic maupun pemerintah belum mengatakan lembaga federal mana, jika ada, yang telah mendapatkan akses awal ke Mythos. Departemen Keuangan AS telah berupaya mendapatkan akses ke alat tersebut untuk mulai mencari kerentanan.

Upaya pemerintahan Trump untuk mendapatkan akses ke Mythos menyoroti kekhawatiran yang semakin meningkat seputar kemampuan model baru ini dalam mendeteksi kerentanan digital.

Diskusi pada Jumat (17/4) berlangsung ketika para pejabat senior AS berupaya memahami Mythos dan risiko keamanan siber yang mungkin ditimbulkannya. Para pejabat pemerintahan Trump tetap tertarik pada perangkat AI Anthropic, meskipun terjadi perseteruan publik yang sengit dengan perusahaan terkait penolakan Claude dipakai untuk senjata otonom saat perang.

Perselisihan itu menyebabkan Pentagon menyatakan Anthropic dan produknya sebagai ancaman terhadap rantai pasokan, penetapan yang akan melarangnya dari pekerjaan pertahanan.

“Pembicaraan itu (dengan Gedung Putih) melibatkan staf dari Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur serta Pusat Standar dan Inovasi AI, di antara lainnya,” kata pejabat perusahaan dikutip dari Bloomberg.

Sebagai tanda keseriusan kekhawatiran pemerintah AS, Menteri Keuangan Scott Bessent dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengumpulkan para pemimpin Wall Street untuk berdiskusi di Washington ketika Anthropic mengungkapkan keberadaan Mythos.

Pada pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington minggu ini, para pelaku keuangan global menyatakan kekhawatiran bahwa Mythos atau teknologi serupa dapat digunakan untuk menembus pertahanan siber tradisional, sehingga sistem keuangan rentan terhadap ancaman yang tak terhitung jumlahnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.