Menkes Minta Kreator TikTok Kampanyekan Makan Rendah Gula, Garam dan Lemak
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta para kreator TikTok ikut mengampanyekan pola makan rendah gula, garam, dan lemak kepada masyarakat. Ia menilai konten edukasi yang dikemas dengan gaya dekat dengan anak muda akan lebih mudah diterima.
Budi berharap para kreator tidak hanya mengejar konten viral, tetapi juga memanfaatkan pengaruh mereka untuk mengedukasi masyarakat mengenai gaya hidup sehat. Dengan demikian, konten di media sosial dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain mengampanyekan pola makan rendah gula, garam, dan lemak, Budi meminta para kreator ikut mempromosikan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG.
Permintaan tersebut disampaikan dalam peluncuran program Makan dengan Makna yang digelar di Jakarta, Kamis (9/7). TikTok Indonesia menggandeng Kementerian Kesehatan untuk memperkuat edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat melalui konten para kreator.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dan dimulainya inisiatif Makan dengan Makna.
Budi mengatakan media sosial memiliki peran besar dalam membentuk perilaku masyarakat, terutama generasi muda menjelang target Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, ia mengajak para kreator konten memanfaatkan pengaruh mereka untuk menyebarkan konten positif.
Menurut Budi, Indonesia hanya memiliki waktu sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai momentum menjadi negara maju. Peluang ini diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030 hingga 2040.
“Kalau kita sibuk berantem sendiri, sibuk bikin konten negatif terus, kita buang-buang waktu dalam 10 sampai 15 tahun ke depan. Kita lupa bahwa tugas kita adalah pertumbuhan ekonomi harus 8% atau 9%,” kata Budi.
Indonesia menargetkan menjadi negara maju pada 2045 dengan Pendapatan Nasional Bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita di atas US$ 14 ribu atau sekitar Rp 15 juta per bulan.
Menurut Budi, GNI per kapita Indonesia saat ini masih berada di kisaran US$ 5.000. Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mencapai target tersebut.
Peluang mencapai target menjadi negara maju sangat bergantung pada kemampuan Indonesia memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030 hingga 2040.
Jika momentum tersebut terlewati, Indonesia berisiko terjebak dalam middle income trap atau jebakan negara berpendapatan menengah.
“Nah itu peranan TikTok sebagai media sosial yang sangat diikuti oleh banyak orang itu sangat penting. Peran content writer untuk memahami bahwa kita tidak punya banyak waktu kalau ingin bangsa kita jadi bangsa maju, itu sangat penting,” ujar Budi.
TikTok Gandeng Kemenkes Edukasi Pola Makan Sehat
Head of Public Policy TikTok Indonesia Noudhy Valdryno mengatakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan bertujuan memanfaatkan kekuatan platform dan komunitas kreator untuk menyebarkan informasi mengenai pola makan sehat.
Informasi tersebut diharapkan mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Hari ini kami meluncurkan inisiatif Makan dengan Makna, implementasi di Indonesia dari inisiatif The Main Ingredient. Melalui inisiatif ini, kami ingin membantu masyarakat menemukan inspirasi mengenai pola makan serta gaya hidup yang lebih sehat dengan memanfaatkan kekayaan bahan pangan lokal yang kita miliki,” kata Noudhy.
Kolaborasi tersebut akan mendukung berbagai program Kementerian Kesehatan, termasuk edukasi gizi seimbang melalui kampanye Isi Piringku dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS.
Noudhy mengatakan makanan dan gaya hidup sehat merupakan salah satu topik yang paling banyak dicari pengguna TikTok. Setiap hari, jutaan pengguna mengakses platform tersebut untuk mencari resep, inspirasi memasak, rekomendasi makanan, hingga tips menjalani gaya hidup sehat.
Hal itu juga terlihat dari tingginya penggunaan berbagai tagar seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan #CemilanSehat.
“Melihat antusiasme tersebut, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan TikTok untuk menemukan inspirasi hidup sehat yang lebih mudah dipahami, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui konten yang dibuat oleh para kreator,” ujarnya.
TikTok Kampanyekan Makan Lokal
Sebagai bagian dari program tersebut, TikTok juga meluncurkan kampanye Makan Lokal. Kampanye ini mengajak masyarakat mengenal kembali kekayaan pangan Indonesia melalui sesi siaran langsung bersama para kreator.
Melalui kampanye itu, TikTok ingin menunjukkan bahwa menerapkan pola makan sehat tidak harus mahal ataupun rumit. Sebab, banyak bahan pangan bergizi tersedia di sekitar masyarakat.
“Harapannya sederhana, agar semakin banyak masyarakat menyadari bahwa pola makan sehat tidak perlu atau tidak selalu rumit dan mahal. Justru banyak pilihan bergizi yang berasal dari bahan pangan lokal yang dekat dengan keseharian kita,” kata Noudhy.
Ia menambahkan perubahan perilaku masyarakat dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Mulai dari mencoba satu resep, membangun satu kebiasaan baik, hingga mengonsumsi satu konten yang mampu menginspirasi seseorang menjalani hidup lebih sehat.