Meta Tantang OpenAI dan Google dalam Perebutan Pasar Agen AI Pribadi

LinkedIn
Meta Platforms menyiapkan agen kecerdasan buatan atau AI pribadi yang ditujukan untuk miliaran pengguna selama 24 jam sehari.
Penulis: Rahayu Subekti
31/7/2026, 10.32 WIB

Meta Platforms menyiapkan agen kecerdasan buatan atau AI pribadi yang ditujukan untuk miliaran pengguna. Langkah ini menandai upaya perusahaan milik Mark Zuckerberg untuk menantang dominasi OpenAI dan Google dalam pengembangan AI generatif.

Dalam paparan kinerja kuartal II 2026, Zuckerberg mengatakan perusahaan tengah mengembangkan agen AI yang mampu bekerja atas nama pengguna selama 24 jam sehari. Agen tersebut dirancang untuk membantu berbagai aktivitas, mulai dari meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan, mengelola hubungan, hingga membantu mengatur keuangan.

"Segera kita akan memiliki agen yang dapat bekerja 24 jam sehari dalam seminggu atas nama Anda untuk membantu mencapai tujuan dan meningkatkan kehidupan, kesehatan, hubungan, keuangan, atau apa pun yang Anda inginkan," kata Zuckerberg dalam paparan kinerja perusahaan dikutip dari The Verge, Kamis (30/7).

Menurutnya, pengembangan agen AI saat ini memang lebih dulu berkembang di bidang pemrograman atau coding. Namun, Meta memilih pendekatan berbeda dengan membangun produk yang mudah digunakan oleh masyarakat umum, bukan hanya kalangan teknis.

"Untuk membangun agen pribadi yang hebat, ini harus menjadi produk konsumen yang langsung berfungsi dan cukup mudah diadopsi oleh miliaran orang," ujarnya.

Strategi tersebut menjadi pembeda dibandingkan OpenAI dan Anthropic yang lebih agresif mengembangkan agen AI untuk kebutuhan coding maupun perusahaan. Sementara itu, Google juga telah memperkenalkan agen AI melalui Gemini Spark yang berfokus membantu berbagai aktivitas pengguna.

Meta menilai pasar agen AI masih sangat terbuka. Selain itu juga akan menjadi fondasi bagi gelombang produk serta sumber pendapatan perusahaan pada masa mendatang.

"Ini akan menjadi fondasi untuk gelombang produk dan lini pendapatan kami berikutnya dalam beberapa bulan dan tahun mendatang," kata Zuckerberg.

Perluas Penggunaan Agen AI di Sektor Bisnis

Selain untuk pengguna individu, Meta juga mulai memperluas penggunaan agen AI di sektor bisnis. Zuckerberg mengungkapkan lebih dari satu juta pelaku usaha telah menggunakan agen AI Meta setiap pekan melalui WhatsApp dan Messenger. Layanan serupa kini juga mulai diperluas ke Instagram.

Meski demikian, langkah Meta tidak lepas dari tantangan. Dibandingkan Google maupun Microsoft, Meta tidak memiliki ekosistem produktivitas seperti email dan dokumen yang dapat menjadi sumber konteks bagi agen AI.

Di sisi lain, perusahaan juga masih menghadapi tantangan membangun kepercayaan pengguna terkait pemanfaatan data pribadi.

Ambisi besar Meta juga tercermin dari besarnya investasi yang digelontorkan untuk AI. Perusahaan memperkirakan belanja modal pada 2026 mencapai US$ 130 miliar atau Rp 2.350,14 triliun (kurs Rp 18.078 per dolar AS) hingga US$ 145 miliar atau Rp 2.621,31 per dolar AS, terutama untuk memperkuat infrastruktur komputasi AI.

Meta juga baru mengumumkan pembangunan kampus pusat data berkapasitas 1 gigawatt bersama BlackRock sebagai bagian dari ekspansi infrastruktur AI. Selain itu, perusahaan dilaporkan telah merestrukturisasi sekitar tujuh ribu karyawan untuk mempercepat pengembangan AI, meski sebelumnya juga melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar delapan ribu pegawai pada Mei 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Zuckerberg juga mengungkapkan Instagram kini telah memiliki lebih dari dua miliar pengguna aktif harian. Angka ini dinilai menjadi salah satu modal utama Meta untuk memperluas adopsi layanan AI kepada pengguna di seluruh dunia.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti