Indonesia dan India Kerja Sama Telekomunikasi, Bidik Teknologi 6G dan Quantum

Komdigi
Menteri Komdigi Meutya Hafid
Penulis: Desy Setyowati
16/9/2026, 10.03 WIB

Indonesia dan India memperkuat kerja sama di bidang teknologi dan layanan telekomunikasi melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Kerja sama mitu menjadi landasan bagi kedua negara untuk mengembangkan teknologi telekomunikasi dan memperkuat ekosistem digital. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut pembahasan Joint Leaders’ Statement dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India ke Indonesia yang diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia menyepakati penandatanganan MoU itu. Draf final dokumen kerja sama juga telah dipertukarkan dalam agenda exchange of document di hadapan pimpinan kedua negara.

Meutya mengatakan kerja sama Indonesia dan India tidak hanya diarahkan untuk memperkuat teknologi telekomunikasi yang telah digunakan saat ini, tetapi juga penguasaan teknologi generasi berikutnya.

“Indonesia ingin memastikan transformasi digital membuat masyarakat Indonesia semakin mampu menguasai, mengembangkan dan menciptakan teknologi masa depan. Kerja sama dengan India menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat kapasitas tersebut,” ujar Meutya di Jakarta, Selasa (15/9).

Ruang pengembangan dan riset bersama mencakup teknologi 4G dan 5G, hingga penjajakan teknologi 6G. Kedua negara juga akan mengeksplorasi teknologi masa depan seperti quantum technology dan komunikasi nirkabel mutakhir.

“Kami berbicara tentang 4G dan 5G, tetapi juga teknologi yang akan menentukan konektivitas dan daya saing digital pada masa mendatang. Karena itu, riset, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi industri harus kita siapkan sejak sekarang,” kata Meutya.

Menurut Meutya, penguasaan teknologi telekomunikasi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang cepat, andal, dan tangguh.

Kerja sama dengan India diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, serta inovasi untuk memperkuat kemampuan kedua negara dalam menghadapi perkembangan teknologi global.

Indonesia dan India Kerja Sama di Bidang Komunikasi Bencana

Selain pengembangan teknologi telekomunikasi, Indonesia dan India akan memperkuat komunikasi untuk penanganan bencana.

Kedua negara akan mengeksplorasi pengembangan sistem komunikasi darurat dan solusi pengurangan risiko bencana. Tujuannya untuk menjaga keberlangsungan layanan telekomunikasi ketika terjadi krisis atau bencana alam.

“Bagi Indonesia, konektivitas juga menyangkut ketahanan. Ketika bencana terjadi, jaringan komunikasi harus tetap menjadi penghubung masyarakat, pemerintah, dan layanan darurat,” ujar Meutya.

Implementasi kerja sama akan dilakukan melalui sejumlah program, termasuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, upskilling, dan reskilling.

Indonesia dan India juga akan membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan yang melibatkan akademisi dan industri. Kedua negara turut mendorong penguatan kemitraan pemerintah dan swasta atau public-private partnerships (PPP).

Ruang kerja sama juga terbuka bagi pelaku usaha dari kedua negara. Melalui kemitraan business-to-business (B2B), perusahaan telekomunikasi dan teknologi Indonesia dan India dapat mengembangkan proyek bersama serta saling melengkapi kapasitas dan keunggulan industri masing-masing.

Untuk memastikan kerja sama berjalan berkelanjutan, Indonesia dan India akan membentuk forum tahunan Indonesian-Indian Telco Dialogue.

Forum tersebut akan dipimpin pejabat tingkat tinggi dari kedua negara dan digelar secara bergantian. Agendanya mencakup evaluasi kemajuan program, pembahasan berbagai tantangan, serta penyusunan rencana kerja lanjutan.

MoU berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia berharap dapat mempercepat penguasaan teknologi telekomunikasi masa depan, meningkatkan ketahanan infrastruktur komunikasi, serta memperluas manfaat transformasi digital bagi masyarakat.

“Kemitraan Indonesia dan India harus memberikan manfaat yang konkret bagi masyarakat. Kita ingin kerja sama ini membuka lebih banyak ruang bagi talenta, peneliti, dan industri Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi, sehingga manfaat transformasi digital dapat semakin kuat dirasakan masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Meutya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.