Kualitas Udara Bandung dan Tangerang Selatan Terburuk di Indonesia Rabu Pagi
Bandung, Jawa Barat, Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang Banten menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Rabu (16/4) pagi. Berdasarkan data yang dihimpun situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 09.51 WIB Bandung menempati peringkat pertama dengan indeks AQI poin sebesar 154 atau masuk pada kategori tidak sehat.
Sedangkan Tangerang Selatan dan Kota Tangerang menempati peringkat kedua dan ketiga dengan indeks AQI poin sebesar 153 atau masuk pada kategori tidak sehat.
Tangerang Selatan dan Depok menempati peringkat pertama dan kedua dengan indeks AQI poin sebesar 175 dan 159 atau berada pada kategori tidak sehat.
Berikut lima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia Rabu (16/4):
- Bandung, Jawa Barat dengan AQI poin 154 atau berada pada kategori tidak sehat.
- Tangerang Selatan, Banten dengan AQI poin 153 atau berada pada kategori tidak sehat.
- Kota Tangerang, Banten dengan AQI poin 153 atau berada pada kategori tidak sehat.
- Jakarta dengan AQI poin sebesar 142 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
- Depok, Jawa Barat dengan AQI poin 137 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Sementara kualitas udara terburuk di dunia ditempati oleh Dubai di Uni Emirates Arab dengan AQI poin 694 atau masuk kategori berbahaya.
Sedangkan kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia ditempati oleh Palembang Sumatera Selatan dengan indeks AQI poin sebesar 31 atau berada dalam kategori baik. Sementara di tingkat global ditempati oleh Algiers di Algeria dengan AQI poin sebesar 13.
Indeks AQI menunjukkan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 sebesar 0-50, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika.
Kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika .
Kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150, yakni kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif dan bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200, yaitu kualitas udara di wilayah tersebut tidak sehat bagi manusia untuk beraktivitas di luar.
Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500 atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.