Menteri LH Sebut Ekosistem 15 Danau Prioritas dalam Kondisi Kritis

Katadata/Ajeng Dwita Ayuningtyas
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta maaf dalam perayaan Hari Danau Sedunia pertama kali tahun ini. Menurut Hanif, kementeriannya belum mengelola dengan optimal danau-danau di Indonesia, terutama danau prioritas nasional.
1/10/2025, 16.52 WIB

Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut ekosistem 15 danau prioritas nasional berada dalam kondisi kritis dan harus segera dipulihkan.

Ke-15 danau prioritas itu adalah Danau Toba (Sumatra Utara), Danau Singkarak (Sumatra Barat), Danau Maninjau (Sumatra Barat), dan Danau Kerinci (Jambi). Termasuk, Danau Rawa Danau (Banten), Danau Rawa Pening (Jawa Tengah), Danau Tondano (Sulawesi Utara), Danau Kaskade Mahakam (Kalimantan Timur), dan Danau Sentarum (Kalimantan Barat).

Enam danau lainnya adalah Danau Limboto (Gorontalo), Danau Poso (Sulawesi Tengah), Danau Tempe (Sulawesi Selatan), Danau Matano (Sulawesi Selatan), Danau Batur (Bali), dan Danau Sentani (Papua).

Hanif menjelaskan, kerusakan diawali dengan degradasi lingkungan di catchment area danau sehingga menyebabkan sedimentasi tinggi. Keberadaan keramba jaring apung di danau-danau tersebut menambah parah kerusakan danau.

Faktor lainnya yang mengganggu adalah budidaya dan perkembangan hewan invasif yang mengganggu ekosistem danau. Penumpukan sampah dari aktivitas pariwisata menambah panjang daftar masalah yang timbul di danau Indonesia.

Dengan melibatkan 12 kementerian, Hanif mengagendakan pertemuan dalam satu bulan ke depan. “Apa langkah-langkah konkretnya, itu yang harus diambil,” ujar Hanif dalam Rapat Koordinasi Nasional Penyelamatan Danau Indonesia di Jakarta, Rabu (1/10).

Menteri LH Minta Maaf Pengelolaan Danau Belum Optimal

Menteri LH Hanif juga meminta maaf dalam perayaan Hari Danau Sedunia pertama kali tahun ini. Menurut Hanif, kementeriannya belum melakukan pengelolaan optimal untuk danau-danau di Indonesia, terutama danau prioritas nasional.

“Hari ini dengan sangat mendalam, (saya) memohon maaf kepada kita semua, selama ini hampir lalai mengoordinasikan penanganan dan penyelamatan danau prioritas ini,” kata Hanif.

Pada Desember 2024, PBB menetapkan Hari Danau Sedunia yang jatuh pada 27 Agustus setiap tahunnya. Resolusi ini diajukan oleh Indonesia saat pelaksanaan World Water Forum di Bali, Mei 2024 lalu. Resolusi ini kemudian didukung 73 negara, mewakili ragam kawasan.

Hanif mengatakan perayaan Hari Danau Sedunia yang pertama ini jauh dari kata mewah dan masih meninggalkan banyak pekerjaan rumah.

“Ada 12 kementerian yang mendukung penuh upaya penyelamatan danau prioritas nasional, tetapi hanya sebatas administrasi saja. Secara fisik apa yang telah kita lakukan? Belum banyak,” jelas Hanif.

Secara formal, upaya penyelamatan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional. Upaya yang dimaksud adalah untuk mengendalikan kerusakan di danau.

Selain itu, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menjaga, memulihkan, dan mengembalikan kondisi serta fungsi air danau, daerah tangkapan air, dan sempadan danau, sehingga menyejahterakan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas