Danantara Akan Tenderkan Waste to Energy Bantar Gebang, Olah 3.000 Ton per Hari
Pemerintah akan membuka tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) tahap dua, untuk 14 lokasi di Indonesia. Dari 14 lokasi yang dibidik, sebanyak 10 lokasi sudah dipastikan. Tiga di antaranya akan mengelola sampah Jakarta.
“Jakarta itu nanti ada Bantar Gebang, mudah-mudahan nanti kejadian kemarin (longsor sampah) tidak terulang lagi,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers di kantornya pada Kamis (12/3).
Zulhas memperkirakan, fasilitas pengelolaan sampah menjadi energi listrik itu akan mengolah 3.000 ton sampah per hari. Sebanyak 2.000 ton berupa sampah baru, sisanya dari sampah lama yang sudah menumpuk di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Selain di Bantar Gebang, Jakarta direncanakan memiliki dua fasilitas PSEL di lokasi lain. “Ada juga di Tanjungan, itu luas lahan delapan hektare, itu bisa 2.000 ton per hari sampah baru. Yang ketiga di Sunter, dekat JIS, itu juga bisa di atas 2.000 ton per hari,” kata Zulhas.
Sebagai informasi, saat ini sudah ada fasilitas PSEL skala kecil di TPST Bantar Gebang yang beroperasi sejak 2020. Proyek ini merupakan kerja sama Pemprov DKI Jakarta, BRIN, dan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.
Mengutip unggahan Instagram Ditjen Cipta Karya, PSEL skala kecil ini bisa mengolah 100 ton sampah per hari, dengan capacity factor 95 persen. Setiap hari, PSEL menghasilkan sekitar 700 kWh listrik.
Selain fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, TPST Bantar Gebang memiliki fasilitas refused derived fuel (RDF), sistem pengelohan sampah menjadi bahan bakar.
Menteri Zulhas Janjikan Operasional PSEL pada 2027
Danantara telah menggelar tender tahap pertama untuk proyek PSEL di empat lokasi yaitu Bekasi, Denpasar, Bogor, dan Yogyakarta. Pemenang tender untuk proyek di Bekasi dan Denpasar sudah diumumkan.
PSEL di Bekasi dioperasikan oleh Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd dan proyek di Denpasar dioperasikan oleh Wangneng Environment Co., Ltd. Keduanya akan menggandeng mitra lokal untuk menggarap proyek.
Sedangkan operator terpilih untuk proyek PLTSa di Bogor baru akan diumumkan BPI Danantara pada Jumat (13/3). “Bogor akan diumumkan besok, Yogyakarta minggu depan,” kata Lead of Waste to Energy Danantara Fadli Rahman.
Menteri Zulhas menargetkan PSEL di keempat lokasi itu mulai konstruksi pada Juni 2026. “Janji kami akhir 2027 waste to energy sudah ada yang jalan,” ujarnya.
