KLH Segel Dua Perusahaan Batu Bara Penyebab Kematian Pesut Mahakam

KLH
Kementerian Lingkungan Hidup atau KLH menyegel operasi dua perusahaan yang diduga mencemari Sungai Mahakam sehingga menyebabkan kematian pesut Mahakam.
11/2/2026, 12.46 WIB

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menghentikan seluruh kegiatan operasional PT GBE dan PT ML pada Sabtu (7/2), karena kedua perusahaan itu mencemari Sungai Mahakam hingga menyebabkan kematian pesut Mahakam. 

Hasil pengawasan mengungkap pelanggaran oleh PT GBE, perusahaan bidang pengangkutan dan penjualan batu bara, karena membangun jetty atau dermaga tanpa dokumen Persetujuan Lingkungan. 

Adapun PT ML melakukan pelanggaran karena tidak memiliki persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, untuk lokasi penempatan dan penambatan Coal Transhipment Barge I dan II yang telah dilaksanakan.

“Pengawasan dan penegakan hukum lingkungan hidup berguna untuk memastikan setiap kegiatan pada area sungai dan habitat asli pesut dilakukan sesuai aturan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (11/2).

Berdasarkan estimasi KLH, pesut mahakam kemungkinan hanya tersisa sekitar 60 ekor. Dengan tubuh berwarna abu-abu tanpa moncong, pesut Mahakam merupakan subpopulasi langka dari lumba-lumba irrawaddy yang hanya hidup di Sungai Mahakam. 

Kepunahan pesut Mahakam juga menjadi indikator kerusakan ekosistem Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Sungai ini dilaporkan tercemar oleh limbah tambang dan domestik. Operasional kapal tongkang dan praktik perikanan ilegal seperti penggunaan setrum dan bom ikan membuat pesut semakin sulit bertahan hidup. 

Sekadar informasi, kawasan Danau dan Sungai Mahakam bukan hanya habitat pesut, tapi juga berbagai satwa liar lain seperti bekantan, berang-berang, dan bangau. Kawasan ini juga berperang strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Sebelumnya, KLH juga telah menetapkan tiga desa di Kalimantan Timur sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam. Ketiga desa tersebut adalah Desa Muhuran dan Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun, serta Desa Sabintulung di Kecamatan Muara Kaman.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas