Kalimantan Masih Dikepung Polusi Berbahaya, Cek Wilayah Paling Parah

ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.
Sejumlah kapal bersandar di Sungai Kahayan yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026).
16/9/2026, 08.16 WIB

Polusi udara level berbahaya masih bertahan di sejumlah wilayah Kalimantan pagi ini, Rabu (16/9). Kabupaten Barito Selatan di Kalimantan Tengah memiliki kualitas udara terburuk, dengan nilai Indeks Pencemar Udara (ISPU) telah melampaui 900.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara dalam kondisi berbahaya dapat merugikan kesehatan secara serius pada populasi dan membutuhkan penanganan cepat. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan untuk menghindari aktivitas luar ruangan.

“Kelompok sensitif tetap di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Setiap orang hindari semua aktivitas di luar,” kata KLH dalam keterangan tertulis, pada Rabu (16/9).

Tak hanya di Kabupaten Barito Selatan, beberapa wilayah lainnya terpantau memiliki kualitas udara serupa. Kondisi ini terjadi seiring berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Berikut daftarnya:

  1. Sanggu, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 969 dengan polutan utama PM10
  2. Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 814 dengan polutan utama PM10
  3. Kota Pontianak, Kalimantan Barat, nilai ISPU 721 dengan polutan utama PM10
  4. Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 586 dengan polutan utama PM10
  5. Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, nilai ISPU 421 dengan polutan utama PM2,5

Adapun kualitas udara paling sehat terpantau berada di Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan nilai ISPU hanya 1. Kualitas udara serupa dapat dijumpai di Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat dengan nilai ISPU 5 dan Kabupaten Aceh Tengah di Aceh dengan nilai ISPU 8.

Nilai ISPU tergolong ‘Baik’ berada dalam rentang 0-50. Artinya, tidak memberi efek negatif bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan di luar ruangan.

Nilai ISPU ‘Sedang’ berada pada rentang 51-100, menjadi tanda agar kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru untuk berhati-hati beraktivitas di luar ruangan. 

Sementara itu, ketika nilai ISPU ‘Tidak Sehat’ berada dalam rentang 101-200, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Nilai ISPU akan mencapai level ‘Sangat Tidak Sehat’ pada rentang 201-300, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. 

Adapun kualitas udara bisa tergolong berbahaya ketika berada nilai ISPU lebih dari 300. Semua orang diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Sebab, tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan serius dan membutuhkan penanganan cepat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas