Anak Muda Indonesia Adu Ide di PLN SustainAction 2025

PLN SustainAction 2025
Maria R. Nindita, Founder dan Presiden Direktur ISA dan Katadata Green Expert Panel dalam PLN SustainAction 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025)
27/10/2025, 15.50 WIB

Maria R. Nindita, Founder dan Presiden Direktur ISA dan Katadata Green Expert Panel, kagum dengan anak-anak muda Indonesia. Pasalnya, mereka memilih terlibat langsung mengatasi isu-isu perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia, ketimbang mengikuti tren “kabur aja dulu”.

Kekaguman itu disampaikan Maria usai membaca lebih dari 2.000 proposal ide yang diikutkan dalam kompetisi PLN SustainAction 2025. Dari ribuan proposal tersebut, terpilih 15 finalis dengan gagasan terbaik meliputi tiga kategori, yakni inovasi solusi perubahan iklim, sustainable village, dan ecopreneur. Pada Senin, 20 Oktober 2025, PLN mengumumkan juara I, II dan III dari total 15 finalis tersebut untuk setiap kategori.

“Saya berharap agar mereka jangan on-paper saja (sebatas ide). Kalau mereka mendapat support dari PLN sampai di tahap tertentu, maka sebaiknya apa yang di-support oleh PLN itu benar-benar (dibuat) bagus, jangan cuma ditahap lumayan,” kata Maria.

Maria melanjutkan, manusia hidup harus memiliki tujuan, melakukan yang terbaik (the best that can do). “Nggak ada standar lumayan. Buatlah yang the best supaya PLN juga terdorong mau memperluas lagi dukungannya. ide yang mendapat dukungan PLN ini nggak boleh setengah-setengah. Jangan tanggung-tanggung,” ujarnya.

Gregorius Adi, EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN, juga terkesan dengan adu ide anak-anak muda Indonesia dalam PLN SustainAction 2025. Dia mengakui semua gagasan yang masuk dalam kompetisi ini bagus-bagus, bahkan ada yang bisa langsung diaplikasikan ke tengah masyarakat. Ada beberapa proposal yang di tahap gagasan sehingga ke depannya perlu dikembangkan melalui research and development (R&D).

“Jadi, kami akan coba kembangkan dulu prototype-nya seperti apa dan dilakukan uji coba untuk memastikan agar jangan sampai gagal diimplementasinya,” kata Gregorius, yang akrab disapa Greg.

Di antara gagasan yang masuk dalam kompetisi PLN SustainAction 2025, ada ide dari kelompok Guno Djembar ingin memberdayakan 183 petani pisang yang menanam pohon pisang di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo. Kelompok Guno Djembar mendapat juara kedua dalam kompetisi PLN SustainAction 2025 untuk kategori sustainable village.

Raingyuswaeko, salah satu anggota kelompok Guno Djembar dalam presentasinya menjelaskan ide ini bergerak dari keresahan naiknya harga biaya pakan ternak setiap tahun karena permintaan meningkat. Dia dan timnya lalu terpikir ingin memberdayakan ratusan petani pisang mandiri di bantaran Sungai Bengawan Solo untuk memanfaatkan pisang mulai dari daun sampai batangnya.

Untuk daun pisang, bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat es dawet, sedangkan buah pisang diolah menjadi kripik pisang. Adapun gedebong pisang (batang) dimanfaatkan sebagai media tanam ikan belut, azolla dan pakan ternak alternatif.

Bagi kelompok Guno Djembar, ide ini merupakan solusi bagi limbah pohon pisang dan diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat hingga lebih dari 30 persen. Untuk mewujudkan ide ini, Kelompok Guno Djembar juga akan bersinergi dengan Bumdes.

Andreas Pandu, Wirawan Co-Founder & CCO Ecoxyztem, yang menjadi salah satu juri dalam kompetisi PLN SustainAction 2025, terkesan dengan gagasan Kelompok Guno Djembar ini dengan menyebutnya “enak dilihatnya end-to-end”.

Adapun juri lainnya, influencer muda bidang lingkungan dan Katadata Green Expert Panel, Jerhemy Owen, memberikan masukan agar keripik pisang binaan Guno Djembar dipromosikan secara unik supaya menarik di mata orang-orang.

“Ide ini sangat menarik dari segi cerita dan dari segi produk yang akan dihasilkan,” ujarnya

Kompetisi PLN SustainAction 2025 adalah perlombaan yang diselenggarakan PLN berkolaborasi dengan Katadata Green pada periode September-Oktober 2025. Perlombaan ini ditujukan untuk menantang ide-ide inovatif dari kalangan mahasiswa, akademisi dan masyarakat umum untuk bersama-sama mengatasi isu-isu perubahan iklim, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong pembangunan berkelanjutan.

Kriteria ide yang dilombakan diantaranya harus berdampak secara sosial, ekonomi, harus bisa memberikan manfaat jangka panjang pada masyarakat luas dan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan masyarakat adat, serta memperkuat peran aktif kelompok-kelompok masyarakat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.