Gunakan PLTS Atap, PT Timah Industri Hemat Biaya Listrik 10%
Anak usaha PT Timah Tbk, PT Timah Industri (PTTI) mulai merasakan manfaat dari penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap yang resmi dioperasikan sejak Juni 2025 lalu di kawasan industri Cilegon.
Direktur Utama Timah Industri Ria Wardani Pawan mengungkapkan bahwa penggunaan energi surya tersebut tidak hanya membantu menekan biaya operasional listrik, tetapi juga langkah konkret perusahaan untuk mendukung transisi menuju energi bersih.
“Dari penggunaan PLTS ini, kami bisa menurunkan biaya listrik sekitar 10%. Apalagi tarif listrik terus naik, jadi ini lumayan membantu kami untuk efisiensi energi,” kata Ria kepada media di kantornya, Rabu (15/10).
PLTS yang digunakan PT Timah Industri dibangun melalui kerja sama dengan PT Bukit Energi Investama, anak usaha PT Bukit Asam Tbk, serta PT Krakatau Chandra Energi selaku pengelola listrik kawasan industri Krakatau.
PLTS ini diresmikan pada 17 Juni 2025 dan memiliki kapasitas 303,1 kilo Watt peak (kWp) dengan 522 unit panel surya Jinko Solar berdaya 585 Watt-peak (Wp). Sistemnya terhubung langsung ke jaringan listrik menengah PT Krakatau Chandra Energi melalui trafo step-down berkapasitas 20 KVA.
Proyek ini sendiri diproyeksikan mampu menghasilkan 400 megawatt-jam (MWh) energi bersih per tahun dan menurunkan emisi karbon hingga 300 ton CO 2per tahun.
Ria menuturkan, sistem kelistrikan perusahaan berjalan stabil tanpa gangguan sejak PLTS mulai beroperasi. Selain efisiensi biaya, penggunaan PLTS juga mendukung upaya perusahaan untuk menekan emisi karbon.
“Kami berharap ke depan bisa menjual karbon yang tidak kami gunakan ke bursa karbon. Tapi saat ini kami masih dalam tahap perhitungan berapa sebenarnya emisi karbon yang dihasilkan dari seluruh kegiatan pabrik,” kata dia.