Ikan Mengecil dan Kemampuan Berkembang Biak Turun Imbas Pemanasan Global
Peneliti Monash University Australia dan Jagiellonian University Polandia mengungkapkan adanya evolusi ikan akibat perubahan iklim. Fisik ikan beradaptasi terhadap suhu air yang lebih hangat sehingga mampu bertahan hidup di tengah perubahan iklim. Masalahnya, ukuran ikan mengecil dan kemampuan berkembangbiaknya turun.
Head of the School of Biological Sciences Monash University Craig White yang terlibat dalam penelitian ini menjelaskan, pemanasan global membuat ikan lebih cepat matang secara seksual, namun bertahan pada ukuran tubuh yang kecil. “Evolusi ini berdampak baik bagi kelangsungan ikan, tetapi kurang baik bagi nelayan dan industri perikanan,” kata dia, dikutip dari keterangan tertulis pada Selasa (2/6).
Temuan ini dijabarkan dalam hasil penelitian bertajuk Evolutionary Adaptation to Global Change Reduces Sustainable Fisheries Yields. Penelitian ini menggunakan model sejarah hidup (life-history model) yang baru dan diuji pada hampir 3.000 spesies ikan. Model ini memprediksi bagaimana evolusi sejarah hidup ikan akan memengaruhi kelestarian hasil tangkapan di 43 kawasan perikanan terbesar di dunia.
Sedangkan dalam riset sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa induk ikan yang lebih besar berkembang biar jauh lebih banyak daripada induk yang kecil. Induk yang lebih besar juga berpotensi menghasilkan keturunan dengan kondisi lebih baik dan memiliki kemampuan bertahan hidup lebih tinggi hingga dewasa.
Maka itu, ketika ikan berevolusi menjadi kecil, beberapa jenis ikan justru berkembang biak lebih sedikit atau bahkan menghilang sepenuhnya dari perairan. White pun menegaskan pentingnya kebijakan iklim seperti pembatasan pemanasan suhu global sebesar 1,5 derajat celsius di atas era pra industri. Ini untuk mencegah hilangnya jutaan ton potensi hasil perikanan.
Para peneliti berpandangan, evolusi ikan dapat menimbulkan kerugian hingga 50 persen bagi industri perikanan, baik dari sisi jumlah tangkapan ikan maupun pendapatan. Padahal, permintaan ke industri perikanan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani diperkirakan terus meningkat secara global.
Di Indonesia, sektor kelautan memegang peran ekonomi yang besar dengan menyumbang lebih dari US$180 miliar atau sekitar Rp3 triliun per tahun. Sektor kelautan ini mencakup perikanan, pariwisata bahari, transportasi laut, serta berbagai industri berbasis laut lainnya.
Indonesia juga memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar melalui komoditas rumput laut, budidaya ikan, dan perikanan tangkap. Meski begitu, pertumbuhan perikanan tangkap di Indonesia melambat belakangan, akibat jumlah tangkapan yang kian mencapai batas maksimal (yang dianggap aman dan berkelanjutan), yaitu 6,5 juta ton per tahun.