Percepat Pendanaan Global, Empat Taman Nasional Jadi Badan Layanan Umum

ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/bar
Sejumlah jip pengangkut wisatawan melintasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (17/8/2025).
Penulis: Hari Widowati
9/6/2026, 11.15 WIB

Kementerian Kehutanan mempercepat transformasi empat taman nasional menjadi Badan Layanan Umum (BLU) untuk memastikan skema pembiayaan inovatif bagi taman nasional dan konservasi spesies ikonik dapat dilaksanakan. Keempat taman nasional (TN) yang menjadi proyek percontohan (pilot project) ini adalah TN Komodo, TN Bromo Tengger Semeru, TN Rinjani, dan TN Way Kambas.

Wakil Ketua Satgas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Spesies Ikonik, Bidang Investasi Konservasi, Mari Elka Pangestu, mengatakan mekanisme BLU menjadi garansi agar manfaat ekonomi dari alam kembali sepenuhnya untuk alam dan warga setempat.

"Melalui BLU, pendapatan yang dihasilkan taman nasional akan dikelola untuk membiayai operasional konservasi mandiri dan pemberdayaan komunitas lokal," ujar Mari dalam Donors and Investors Consultation Meeting on Innovative Financing for National Park Management and Iconic Species Conservation di Jakarta, Senin (8/6).

Menurutnya, prinsip utama yang melandasi ekosistem pendanaan ini adalah partisipasi, akses yang adil, serta pembagian manfaat bagi masyarakat (community benefit sharing). "Instrumen hijau yang disiapkan wajib memenuhi standar monitoring, evaluasi, dan tata kelola (governance) yang sangat ketat," kata Mari.

Pembangunan platform pendanaan inovatif ini membutuhkan kolaborasi lintas keahlian dari berbagai lembaga internasional. Pemerintah Indonesia menyatakan kemitraan yang dibangun tidak semata-mata bertujuan memobilisasi modal. Kemitraan ini juga akan menyerap rekam jejak, pengetahuan, dan keahlian global.

Skema Pembiayaan Inovatif Prioritaskan Kelestarian Ekologi

Pemerintah memastikan skema pembiayaan inovatif Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik akan menempatkan kelestarian ekologi dan kesejahteraan masyarakat lokal sebagai prioritas tertinggi. Hal ini akan diwujudkan melalui sistem tata kelola yang transparan dan berbasis pada penguatan aturan pelindungan alam yang ketat.

Ketua Satgas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan agenda strategis ini merupakan komitmen politik tingkat tinggi dari Presiden Prabowo Subianto dalam menata sistem pembiayaan konservasi agar lebih andal, efektif, dan produktif.

"Menyadari pentingnya kolaborasi global, Pemerintah Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan internasional untuk membangun sinergi taktis dalam menyelamatkan asset alam dunia ini melalui wadah Satgas Pembiayaan Inovatif Taman Nasional," ujar Hashim.

Untuk merealisasikan misi ini, Satgas menerapkan Strategi Dua Jalur. Berikut ini detailnya:
1. Jalur pertama berfokus pada penciptaan iklim pendanaan yang kondusif melalui reformasi regulasi, penguatan institusi, dan penyusunan kebijakan.
2. Jalur kedua, pemerintah bergerak aktif menjaring investasi langsung melalui pendekatan pasar yang terstruktur, menyiapkan portofolio proyek yang matang (investable pipeline), serta merancang instrument keuangan bersama para mitra global.

Kedua jalur ini dinilai saling memperkuat dan akan dijalankan secara bertahap. Keberhasilan proyek percontohan di tahap awal akan menjadi landasan utama bagi reformasi sistem konservasi secara menyeluruh.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.