Emil Salim Dianugerahi Lifetime Achievement Kalpataru, Titip Pesan Jaga Laut
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan penghargaan Lifetime Achievement Kalpataru kepada Emil Salim, ekonom sekaligus menteri bidang lingkungan hidup pertama di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dalam rangkaian kegiatan perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta, Kamis (11/6).
“Beliau adalah salah satu tokoh besar yang telah meletakkan dasar pemikiran, kebijakan, dan kesadaran lingkungan hidup di Indonesia,” kata Jumhur.
Selama puluhan tahun, Emil disebut ikut mengawal agar pembangunan nasional tidak berjalan dengan mengorbankan alam. Jauh sebelum isu perubahan iklim merebak, Emil telah aktif berbagi mengenai bagaimana merawat bumi dengan cara modern, memanfaatkan peran-peran vitalnya di pemerintahan.
Usai menerima penghargaan, Emil menyampaikan sorotan terhadap pembangunan Indonesia yang masih berorientasi pada darat dan belum memanfaatkan laut sebagai sumber kehidupan secara optimal. Bersamaan dengan itu, dia mengingatkan Jumhur untuk mengawal pembangunan di Indonesia tanpa merusak laut.
“Bisa-kah kita membangun Republik Indonesia tanpa merusak laut?” ujar Emil.
Dia juga berpesan agar semakin banyak apresiasi atau penghargaan untuk para pejuang lingkungan di kawasan laut dan pesisir. “Mungkin-kah kita memberikan penghargaan kepada orang-orang yang memelihara lautan?” ucapnya menambahkan.
Menteri Jumhur menjelaskan bahwa perlindungan laut telah menjadi prioritas kementeriannya. “Termasuk kampanye pengurangan sampah plastik yang masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi ekosistem pesisir dan laut Indonesia,” ujarnya.
Dia memandang pesan Emil sebagai penguat komitmennya untuk menjaga laut sebagai sumber kehidupan sekaligus penopang kesejahteraan masyarakat.
Peran Emil Salim di Bidang Lingkungan Hidup
Emil Salim dipercaya Presiden Soeharto menangani isu lingkungan setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara (1971–1973) serta Menteri Perhubungan (1973–1978). Pada Kabinet Pembangunan III (1978–1983).
Dia diangkat sebagai Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup. Selanjutnya, pada Kabinet Pembangunan IV dan V (1983–1993), dia menjabat sebagai Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pembentukan kebijakan lingkungan hidup Indonesia pada era Orde Baru.
Keponakan pahlawan nasional Haji Agus Salim itu juga dikenal karena perannya menggagas Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Yayasan ini masih eksis mendukung pelestarian lingkungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati dengan adil dan berkelanjutan.
Selain berbagai penghargaan di level nasional, Emil telah meraih sejumlah penghargaan di kancah internasional, di antaranya Golden Ark Award dan The Leader for the Planet Award.