Proyek US$3,6 Triliun Jeff Bezos dan Leonardo DiCaprio, Selamatkan 100 Spesies

Alfredo Hernandez (Phoenix Species Project)
Yayasan filantropi yang didirikan pendiri Amazon Jeff Bezos: Bezos Earth Fund bekerja sama dengan Re:wild, organisasi konservasi yang didirikan aktor Leonardo DiCaprio meluncurkan Phoenix Species Project untuk konservasi 100 spesies paling terancam punah.
10/8/2026, 14.29 WIB

Bezos Earth Fund bersama Re:wild akan menggelontorkan US$200 juta atau sekitar Rp3,55 triliun untuk Phoenix Species Project -- proyek perlindungan 100 spesies paling terancam punah: critically endangered atau extinc in the wild. Setidaknya 11 spesies di Indonesia masuk daftar, termasuk badak sumatra, orangutan tapanuli, dan trenggiling sunda.

Bezos Earth Fund merupakan yayasan filantropi yang didirikan pendiri Amazon, Jeff Bezos. Sedangkan Re:wild merupakan organisasi konservasi yang salah satu pendirinya adalah aktor kenamaan Leonardo DiCaprio. 

“Dengan membentuk inisiatif filantropi terbesar dalam sejarah untuk pemulihan spesies kritis di berbagai benua, kita punya kesempatan untuk memberi dampak jangka panjang di lokasi yang paling membutuhkan,” ujar Pendiri Re:wild Leonardo DiCaprio, dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (7/8).

Proyek ini diklaim sebagai inisiatif filantropi tunggal terbesar yang didedikasikan secara eksklusif untuk pemulihan spesies terancam punah di berbagai kelompok taksonomi, ragam habitat, dan lintas negara. 

“Ketika kita melindungi spesies-spesies tersebut, kita juga melindungi hutan, lahan basah, padang rumput, dan lautan yang menopang kehidupan mereka,” ucap Leonardo.

Untuk memulai inisiatif ini, Bezos Earth Fund telah menggelontorkan dana senilai US$100 juta, sedangkan sisanya berasal dari Re:wild dengan dukungan Leonardo DiCaprio, Age of Union, dan Todd Graves Family Foundation.

Strategi pemulihan yang akan dilakukan mencakup program penangkaran untuk konservasi, program head starting, translokasi satwa, pengelolaan penyakit, pengendalian spesies asing, serta pemulihan habitat. 

Proyek akan melibatkan Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Selain itu, masyarakat adat, komunitas lokal, ilmuwan, dan konservasionis. 

Proyek ini mencakup 100 spesies mamalia, amfibi, reptil, burung, ikan, invertebrata, serta tumbuhan di 30 negara. Habitatnya juga beragam, mulai dari lautan hingga danau air tawar, hutan hujan tropis hingga dataran vulkanik. 

“100 spesies, 30 negara, dan komitmen nyata untuk memulihkannya. Bukan mengelola penurunan populasinya, tapi memulihkannya,” kata Lauren Sanchez Bezos, Wakil Ketua Bezos Earth Fund.

Beberapa satwa target konservasinya berada di Indonesia, seperti orangutan tapanuli, badak sumatra, badak jawa, rusa bawean, udang kardinal sulawesi, dan trenggiling sunda. Daftar lengkap 100 spesies yang fokus perlindungan dalam proyek ini dapat diakses pada tautan ini: Species Archive - Phoenix Species Project.  

Proyek ini secara terbuka mengundang para donatur atau filantropis lainnya untuk ikut bergabung mengatasi krisis hilangnya keanekaragaman hayati di dunia.

11 Spesies di Indonesia dalam Phoenix Species Project (Phoenix Species Project)
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas