Anak Krakatau Masih Semburkan Abu ke Sejumlah Wilayah: Jakarta hingga Bengkulu

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).
7/9/2026, 08.28 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas dan sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) pagi, belum berubah signifikan dari pengamatan-pengamatan sebelumnya.

Abu vulkanik diperkirakan menyebar pada permukaan hingga ketinggian 15.000 ft (4,5 kilometer) dengan arah pergerakan menuju Barat, berkecepatan kurang lebih 15 knot atau 28 kilometer per jam. Sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra masih akan terdampak sebaran abu tersebut.

“Wilayah potensi terdampak: sebagian Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan, Selat Sunda, Samudera Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten,” demikian dikutip dari unggahan Instagram resmi BMKG, Senin (7/9). 

Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mengidentifikasi pergerakan abu vulkanik terlihat menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau, pada lapisan ketinggian dan arah sebaran yang berbeda. 

Pada lapisan rendah atau permukaan hingga ketinggian 15.000 ft, abu vulkanik bergerak ke arah tenggara hingga barat laut. Abu vulkanik menutupi sebagian Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, juga wilayah perairan di sekitarnya.

 “Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak,” demikian dikutip.

 Sementara itu, sebaran abu vulkanik di lapisan tinggi atau dari permukaan hingga ketinggian 50.000 ft (15,24 kilometer), terlihat bergerak ke arah barat daya hingga barat. Ini mencakup Samudera Hindia di sebelah barat daya dan barat dari Bengkulu, Lampung, dan Banten, menjauhi wilayah Indonesia. 

 “Pada ketinggian ini, sebaran abu terutama berdampak pada penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara,” demikian dikutip.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas