Sungai-sungai Kalimantan Mengering: Kapal Kandas, Produksi Air Bersih Terdampak

Martha Ruth Thertina
3 September 2026, 15:58
Pemandangan kapal tongkang yang kandas karena Sungai Kapuas yang mengering di Desa Tanjung, Sekadau, Kalimantan Barat.
Tiktok @arontotakramut_atr
Pemandangan kapal tongkang yang kandas karena Sungai Kapuas yang mengering di Desa Tanjung, Sekadau, Kalimantan Barat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sungai-sungai utama di Kalimantan menyusut seiring penurunan drastis curah hujan di musim kemarau. Situasi ini mengganggu distribusi barang dan produksi air bersih, serta meningkatkan risiko bagi satwa air endemik, termasuk pesut Mahakam.

Di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dasar Sungai Kapuas muncul ke permukaan akibat air yang menyusut, dan menciptakan pemandangan hamparan pasir yang menyerupai pantai.

Dalam video warga yang beredar di media sosial, di tengah hamparan pasir, sebuah tongkang yang biasa digunakan untuk mengangkut sawit kandas. Tongkang dilaporkan sudah tiga bulan terjebak.  

Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Sungai yang mengalir sepanjang lebih dari 1.000 kilometer ini menjadi salah satu jalur transportasi penting yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan kawasan pesisir di Kalimantan Barat.

Laporan Hari Tanpa Hujan

Laporan Hari Tanpa Hujan (BMKG)

Persoalan surutnya debit air juga terjadi di Sungai Mahakam. Surutnya Mahakam dilaporkan tidak hanya menyulitkan pelayaran barang dan penumpang, tapi juga memicu masuknya air laut ke sungai di Samarinda.

Intrusi air asin meningkatkan kadar klorida pada air baku. Kondisi ini membuat pemerintah kota mengurangi operasional sejumlah fasilitas pengambilan air baku atau intake dari Mahakam, sehingga berdampak pada volume produksi air bersih.

Surutnya air juga memunculkan kekhawatiran akan nasib pesut mahakam yang merupakan satwa endemik penghuni sungai tersebut. Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) mengungkapkan kekhawatiran pesut terjebak karena bagian sungai yang dilaluinya menyempit atau terputus akibat debit air yang semakin kecil.

Dalam kondisi kemarau, pesut cenderung bergerak lebih jauh ke hulu untuk mencari perairan yang masih memiliki cukup air dan sumber makanan.

Di Sungai Barito, yang membentang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, juga terjadi penyusutan debit air. Aliran sungai menyempit di sejumlah bagian. Kondisi ini belum melumpuhkan pelayaran kapal ukuran besar, tapi sudah menyulitkannya melintas.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan distribusi batu bara terganggu karena surutnya sungai-sungai di Kalimantan. Sungai yang mengering juga disebut sebagai salah satu penyebab kelangkaan BBM di wilayah ini.   

“Di Kalimantan ini banyak terjadi. Saat ini, sungai ini mengalami kondisi surut, sehingga kapal-kapal yang biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala untuk proses pengiriman BBM,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Merespons situasi ini, Kementerian ESDM memperbanyak pengiriman BBM menggunakan truk melalui jalur darat. Meskipun, kapasitas angkutan darat lebih kecil dibandingkan angkutan melalui sungai.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...