Giant Sea Wall Pantura Dimulai dengan Penanaman Mangrove di Demak

ANTARA FOTO/Aji Styawan/kye
Warga mengikuti upacara rakyat di perkampungan yang terendam banjir rob di Dusun Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (17/8/2026). Daratan di desa ini semakin luas terendam air akibat penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut.
7/10/2026, 19.34 WIB

Pemerintah mulai memproses perluasan tanggul laut di pantai utara Jawa. Megaproyek ini dimulai dengan penanaman mangrove di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, yang kian tenggelam oleh air laut. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menjelaskan, proyek tanggul laut atau yang dikenal dengan Giant Sea Wall akan mengombinasikan bangunan beton (grey infrastructure) dengan solusi berbasis alam (nature-based solution) seperti penanaman mangrove sebagai tanggul alami.

Desa Timbulsloko kebagian solusi berbasis alam berupa perlindungan pesisir dengan mangrove. “Ini yang akan kami groundbreaking dulu,” kata AHY, dalam Konferensi Pers di Indonesia International Sustainability Forum 2026, Jakarta, Rabu (7/10). 

Menurut AHY, Badan Otorita Pengelola Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) telah membuat pembagian wilayah dan perencanaan intervensinya. Di wilayah yang terdampak banjir rob atau kenaikan muka air laut relatif parah, grey infrastructure seperti tanggul akan dibangun. “Misalnya di Teluk Jakarta,” ucapnya.

Dia menjelaskan, megaproyek ini tidak berjalan serentak melainkan sesuai kesiapan. “Kami tidak menunggu secara utuh semuanya, mana yang bisa kami (lebih dulu) lakukan. Karena mangrove juga membutuhkan waktu, proses, tahunan juga supaya menjadi kawasan yang tangguh,” ujar dia. 

Secara keseluruhan, megaproyek ini akan membentang sepanjang 575 kilometer, mencakup 20 kabupaten dan 5 kota di berbagai provinsi, dan melibatkan peran belasan kementerian dan lembaga. 

Harapan pemerintah, megaproyek ini bisa melindungi 50 juta penduduk dari dampak abrasi, kenaikan muka air laut, hingga penurunan permukaan tanah. Selain itu, menjagai pusat-pusat industri yang menjadi penggerak perekonomian. 

Setidaknya ada lima kawasan ekonomi khusus di pesisir Jawa, ditambah 28 kawasan peruntukan industri, 70 kawasan industri, dan 5 kawasan pusat pertumbuhan industri. Kawasan pesisir utara Jawa disebut berkontribusi sekitar 38 persen PDB Indonesia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas