Kemenperin Fokus Giring Ojol hingga Kurir Beralih ke Motor Listrik Mulai 2027

ANTARA FOTO/Jasmine Nadhya Thanaya/sgd/nz
Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listriknya di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) PLN, Gambir Jakarta, Senin (12/10/26).
28/10/2026, 14.31 WIB

Elektrifikasi kendaraan akan fokus menyasar armada ojek daring atau ojol, kurir, perusahaan, instansi pemerintah, hingga masyarakat di kota-kota besar mulai tahun depan. Target ini bagian dari peta jalan Kementerian Perindustrian, untuk membuat Indonesia dipenuhi kendaraan listrik pada 2060 mendatang.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, lebih dari 172 juta unit kendaraan bermotor di Indonesia yang tercatat saat ini akan secara bertahap digeser ke EV.

“Sepeda motor sebagai prioritas utama, di mana 2027 hingga 2030, kami akan memberi fokus kendaraan motor listrik untuk kurir, ojek daring, armada perusahaan, kendaraan dinas, dan masyarakat di kota besar,” kata Faisol, dalam Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026, Rabu (28/10).

Tak hanya kendaraan roda dua, Kementerian Perindustrian juga menargetkan kota-kota yang sudah memiliki koridor transportasi umum untuk bisa beralih ke kendaraan listrik. 

“Untuk mobil penumpang, kami juga menyiapkan agar pada 2027 hingga 2030 memperluas model EV yang diproduksi dalam negeri, terutama mobil keluarga dan kendaraan compact yang sesuai kebutuhan di Indonesia,” ujar dia. 

Target serupa akan diberlakukan untuk kendaraan niaga milik perusahaan, seperti truk on-road maupun off-road. Kemudian dalam rentang 2031-2035, elektrifikasi akan diperluas ke seluruh wilayah Indonesia. 

Skema Insentif Masih Dibicarakan

Skema insentif masih dibicarakan untuk terus menjadi pendorong penggunaan kendaraan listrik dalam negeri. Namun, soal insentif motor listrik yang diwacanakan tahun ini, Faisol mengungkap aturannya masih digodok oleh Kementerian Keuangan. 

Hingga Agustus 2026, jumlah kendaraan listrik di Indonesia mencapai 541.678 unit, dari total kendaraan melebihi 172 juta unit. Jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu yang masih sekitar 400 ribu unit. 

Dari keseluruhan jumlah kendaraan listrik saat ini, paling banyak merupakan sepeda motor roda dua (280,1 ribu unit), disusul kendaraan penumpang roda empat (259 ribu unit), bus (936 unit), kendaraan roda tiga (919 unit), mobil barang (607 unit), dan kendaraan khusus (3 unit). 

Dalam kesempatan tersebut, Faisol juga mengatakan saat ini pihaknya tengah menginventarisasi kebutuhan komponen kendaraan listrik untuk dikembangkan industri dalam negeri, sehingga mampu menggantikan suplai impor. 

“Misalnya bodi, rangka, kabel dan wiring harness, jok, interior, kaca, serta ban, sebagian sudah ada industrinya dalam negeri. Lalu battery-pack, rumah baterai, dan stasiun pengisian,” ujar dia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas