Apa itu Wanatani? Sistem Pertanian Hutan untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan

Unsplash
Apa itu Wanatani?
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
22/4/2025, 08.00 WIB

Apa itu wanatani? Wanatani adalah pengelolaan sumber daya alam yang mengintegrasikan kegiatan pertanian dan kehutanan. Tujuan utamanya untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung produksi pangan yang berkelanjutan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, sistem ini mulai menarik perhatian berbagai pihak, mulai dari para ahli kehutanan, petani, hingga pemilik lahan, karena manfaatnya yang nyata dalam meningkatkan produktivitas lahan tanpa merusak ekosistem

Salah satu contoh wanatani yang cukup dikenal di Indonesia yaitu sistem tumpang sari,  teknik menanam lebih dari satu jenis tanaman secara bersamaan dalam satu lahan. Metode ini, dianggap efektif untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan, mendukung  pertanian dan industri seperti fashion yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Apa itu Wanatani?

Apa itu Wanatani? (Unsplash)

Untuk memahami apa itu wanatani, kami mengutip laman Dlhk.bantenprov.go.id. Wanatani adalah sistem pertanian hutan yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendukung kelestarian lingkungan, sekaligus memenuhi kebutuhan pangan.

Wanatani merupakan metode pengelolaan lahan yang memadukan tanaman hutan dengan komoditas pertanian, peternakan, atau aktivitas lain dalam satu ekosistem terpadu. Sistem ini, memberikan berbagai manfaat, salah satunya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Banyak pihak melihat sistem ini sebagai salah satu solusi penting dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan global saat ini. Konsep wanatani bukan sesuatu hal baru, telah diterapkan sejak lama, bahkan sebelum ada sistem pertanian modern berskala besar. 

Wanatani memiliki empat ciri utama, berikut di antaranya:

1. Dilakukan secara terencana, di mana interaksi antara pohon, tumbuhan, dan hewan diatur dengan tujuan membentuk satu kesatuan ekosistem yang berkelanjutan. 

2. Bersifat intensif, artinya aktivitas kehutanan dalam wanatani dilakukan dengan tingkat keseriusan dan perhatian tinggi agar hasil yang diperoleh maksimal, serta tetap ramah terhadap keanekaragaman hayati lokal.

3. Ada unsur interaktif yang harus dijaga antara seluruh komponen dalam sistem tersebut, agar mendukung produktivitas lahan secara menyeluruh. 

4. Terakhir, sistem wanatani wajib terintegrasi. Artinya pohon, tanaman pangan, dan hewan yang dibudidayakan harus menjadi satu bagian dari ekosistem yang saling mendukung untuk hasil ekologis dan ekonomis yang optimal. 

Bentuk-bentuk Wanatani

Wanatani memiliki berbagai bentuk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat. Berikut bentuk-bentuk wanatani:

1. Wanatani Agroforestri

Merupakan metode pengelolaan lahan yang menyatukan tanaman hutan dengan berbagai jenis tanaman budidaya lainnya, seperti tanaman pangan, hortikultura, maupun peternakan. Pendekatan ini, berfokus pada hubungan yang saling menguntungkan antara tanaman hutan dan tanaman budidaya, serta mengutamakan penggunaan sumber daya secara efisien.

2. Wanatani Perkebunan

Pola pengelolaan lahan yang memadukan tanaman hutan dengan tanaman perkebunan seperti karet, kelapa sawit, dan kopi. Tujuannya untuk meningkatkan hasil tanaman perkebunan sambil tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan.

3. Wanatani Hutan Tanaman Industri

Sistem ini mengkombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman industri, seperti sengon dan akasia. Fokus utamanya menghasilkan kayu untuk keperluan industri, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Contoh Wanatani di Kalimantan dan Jawa

Contoh wanatani dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, dengan penerapan yang disesuaikan berdasarkan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Berikut contoh wanatani di Kalimantan dan Jawa:

1. Penerapan Sistem Wanatani di Kalimantan

Penerapan sistem wanatani di Kalimantan yaitu mengintegrasikan tanaman hutan seperti kayu dan meranti, dengan karet dan kelapa sawit yang merupakan komoditas pertanian. Pendekatan ini, berperan dalam melestarikan hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2. Penerapan Sistem Wanatani di Jawa

Sistem wanatani di Jawa mengkombinasikan tanaman hutan seperti jati dan sengon dengan tanaman pertanian seperti kopi dan kakao. Sistem ini, berkontribusi pada peningkatan produktivitas lahan dan kesejahteraan masyarakat.

Manfaat Wanatani

Pertumbuhan jumlah penduduk berdampak pada meningkatnya permintaan akan pangan dan lahan. Sayangnya, ketersediaan lahan pertanian justru semakin berkurang. Untuk mengatasi hal ini, diterapkan sistem wanatani yang memiliki berbagai manfaat sebagai berikut:

  • Menyerap karbon dioksida dan membantu memurnikan udara.
  • Mencegah erosi, menjaga struktur dan kesuburan tanah.
  • Mempertahankan dan meningkatkan keanekaragaman hayati maupun satwa liar.
  • Memberikan perlindungan terhadap angin dan menciptakan area teduh.
  • Memberikan manfaat ekonomi melalui hasil pertanian terpadu dan berkelanjutan.
  • Membuka akses yang lebih luas terhadap sumber pangan dan sumber daya alam lainnya.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas air tanah.
  • Menstabilkan iklim mikro di sekitar lahan pertanian.

Dapat disimpulkan, apa itu wanatani adalah sistem pengelolaan lahan yang menggabungkan tanaman kehutanan dengan komoditas pertanian, peternakan, atau kegiatan lainnya dalam satu ekosistem terpadu.  Dengan penerapan yang tepat, wanatani dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung keberlanjutan sumber daya alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.