Edisi Khusus | Bulan Pasar Modal 2025

Apa Itu Dividen dan Bagaimana Mekanismenya?

Freepik
Ilustrasi, dividen.
Penulis: Tifani
Editor: Safrezi
4/8/2025, 18.33 WIB

Bagi investor yang aktif bertransaksi saham, istilah dividen tentu tidak asing lagi. Dividen merupakan salah satu bentuk keuntungan yang diberikan perusahaan kepada para pemegang saham, biasanya berasal dari laba bersih yang diperoleh.

Tak sekadar menjadi tambahan pendapatan, dividen sering kali menjadi indikator kesehatan finansial dan kinerja perusahaan. Dalam dunia investasi, memahami cara kerja dividen sangat penting karena dapat memengaruhi strategi investasi jangka panjang maupun pendek.

Lalu, sebenarnya apa itu dividen dan bagaimana mekanismenya dalam pasar saham? Berikut ulasan lengkap mengenai apa itu dividen dan mekanismenya.

Apa Itu Dividen?

Ilustrasi, dividen. (Freepik)

 

Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang besarannya ditetapkan oleh direksi. Dividen juga disahkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham.

Dividen menjadi hal yang cukup dinantikan oleh para pemegang saham karena bentuk investasi yang telah dilakukan dalam ekuitas terhadap suatu perusahaan dan umumnya berasal dari laba bersih. Namun, sebagian besar laba juga akan disimpan dalam perusahaan sebagai laba yang ditahan.

Laba ditahan tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis perusahaan saat ini maupun yang akan datang. Sisa laba, kemudian bisa dialokasikan untuk para pemegang saham sebagai dividen.

Mekanisme Pembagian Dividen

Mekanisme pembagian pembagian dividen umumnya ada dua, yakni dividen interim dan dividen final. Dividen interim adalah mekanisme pembagian dividen yang diberikan dalam jangka waktu sebelum pembukuan keuangan perusahaan akan ditutup atau waktunya masih berjalan.

Sementara, dividen final merupakan mekanisme pembagian dividen setelah proses pembukuan keuangan perusahaan selesai. Nominal dividen yang diterima pemegang saham, ditentukan berdasarkan hasil RUPS dikurangi dengan dividen interim yang diterima sebelumnya.

Kedua mekanisme atau metode pembagian dividen ini bisa digunakan secara bersamaan dalam kurun waktu satu tahun. Dengan begitu, investor akan menerima dua kali dividen dalam satu tahun.

Namun, pada kenyataannya tidak semua perusahaan menggunakan dua metode ini. Ada beberapa perusahaan yang hanya menggunakan metode dividen final saja.

Prosedur Pembayaran Dividen

Prosedur pembayaran dividen dikenal dikenal dengan sebutan tanggal pengumuman dividen. Secara umum, terdapat lima prosedur pembayaran dividen, yakni sebagai berikut:

  • Tanggal pencatatan, yang berisi nama investor dan data pemegang saham dalam suatu perusahaan yang memperoleh hak pembagian dividen.
  • Tanggal cum-dividend, yaitu tanggal akhir dalam perdagangan saham untuk investor yang mempunyai keinginan mendapatkan pembagian dividen dalam bentuk dividen tunai atau dividen saham.
  • Tanggal pengumuman, yaitu tanggal emiten secara resmi mengumumkan bentuk, jumlah, dan waktu pembayaran dividen.
  • Tanggal pembayaran, yang merupakan tanggal di mana perusahaan membayarkan dividen kepada pemegang saham yang menerima hak dividen.
  • Tanggal ex-dividend, yakni tanggal lepas perdagangan saham berdasarkan suatu perusahaan yang telah menerima hak lagi untuk memperoleh dividen.

Jenis-jenis Dividen yang Berlaku Secara Umum

Secara umum, terdapat lima jenis dividen dan merupakan laba yang dibayarkan sesuai dengan persetujuan dalam RUPS. Lima jenis dividen tersebut, antara lain:

1. Dividen Saham

Ketika jumlah saham pemilik saham meningkat atau bertambah, maka perusahaan akan membagikan dividen saham. Meski begitu, ini tidak akan mengubah kapitalisasi dalam pasar karena cara pembagiannya yang mirip dengan stock split.

Adapun, cara pembayarannya adalah dengan menambah jumlah saham sekaligus mengurangi nilainya dari masing-masing saham. Pembagiannya adalah keuntungan modal investasi dari perusahaan melalui saham.

Maka, aset saham yang dimiliki suatu perusahaan akan meningkat karena dividen saham yang telah dibayarkan.

2. Dividen Likuidasi

Dividen likuidasi adalah pengembalian modal dari suatu perusahaan kepada para pemilik saham. Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan, maka perusahaan pun berhak untuk mengembalikan saham modal kepada pemilik saham.

Tujuannya agar perusahaan tidak memiliki utang atau masalah di masa depan.

3. Dividen Tunai

Pembagian dividen tunai berarti pembagian keuntungan modal investasi yang dilakukan secara tunai. Bisa jadi perusahaan akan membayarkan dividen tunai sebanyak 2-4 kali dalam satu tahun.

Dana pembayaran dividen tunai ini, diambil dari keuntungan yang ditahan perusahaan. Jadi, laba otomatis ditahan serta kas perusahaan akan berkurang.

4. Dividen Properti

Sesuai dengan namanya, dividen properti dibayarkan dengan aset atau aktiva selain kas perusahaan. Bisa dalam bentuk rumah yang memiliki nilai setara dengan dividen hasil persetujuan rapat pemegang saham.

Jenis dividen ini muncul, karena perusahaan mengalami penurunan kas dalam membayar dividen tunai. Dividen ini jarang dilakukan karena cukup rumit dan kurang disukai oleh para pemilik saham.

5. Dividen Janji Utang

Metode pembayaran dividen skrip atau janji utang ini, dilakukan dengan membuat janji utang perusahaan untuk para pemegang saham. Pernyataan tentang pelunasan atau pembayaran utang yang telah dijanjikan dalam jangka waktu tertentu.

Dividen janji utang ini, artinya mengakui adanya utang yang baru dan harus dicatat dalam neraca. Terdapat pula bunga, sehingga perusahaan wajib membayar bunga serta utangnya kepada para pemilik saham.

Demikian ulasan lengkap mengenai apa itu dividen dan mekanisme pembayarannya, hingga jenis-jenis dividen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.