Rights Issue Waskita Karya Digelar Kuartal II-2015

KATADATA | Arief Kamaludin
Pekerja tengah melintasi papan pengumuman di Bursa Efek Indonesia beberapa waktu lalu. Waskita Karya siap menggelar rights issue pada kuartal II tahun ini.
7/1/2015, 15.08 WIB

KATADATA ? PT Waskita Karya Tbk siap menggelar penawaran umum terbatas saham atau rights issue pada kuartal II tahun ini. Perseroan menargetkan dapat meraih dana segar sebear Rp 5,3 triliun.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Antonius Yulianto Nugroho mengatakan, perseroan akan memakai dana hasil rights issue tersebut untuk ekspansi dan modal kerja. Beberapa proyek infrastruktur yang membutuhkan modal tersebut adalah pembangunan ruas tol trans-Jawa dan transmisi listrik di Sumatera.

?Kami menargetkan memperoleh kontrak (infrastruktur) yang dikelola pada tahun ini sebesar Rp 37 triliun. Jika ditambah pengembangan bisnis dari dana hasil rights issue bisa mencapai Rp 45 triliun-Rp 50 triliun,? kata Antonius saat dihubungi Katadata, Rabu (7/1).

(Baca: Pemerintah Siapkan Rights Issue Tiga BUMN)

Dalam pelaksanaan rights issue tersebut, pemerintah siap memberikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3,5 triliun. Hal ini supaya porsi kepemilikan saham pemerintah di emiten berkode WSKT tersebut tidak berkurang. Saat ini, kepemilikan saham pemerintah mencapai 67,5 persen.

Adapun sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 98 tahun 2012 menyebutkan batas minimal kepemilikan saham negara di Waskita sebesar 65 persen.

Sementara sisa penerbitan saham sebesar Rp 1,8 triliun akan diserap publik. ?Kami harapkan porsi pemerintah 67 persen itu tetap,? kata Antonius.

Dia menyebutkan, perseroan menargetkan pendapatan pada tahun ini sebesar Rp 13 triliun. Jika aksi korporasi ini diterima pemerintah, dia optimistis pendapatan perseroan akan melampaui target.

Perseroan disebutkan tengah mengerjakan sejumlah proyek jalan tol di Jawa. Beberapa di antaranya, ruas Pejagan-Pemalang, Gempol-Pasuruan, Gempol-Porong, Semarang-Solo dan Depok-Antasari.

(Baca: Saham Sektor Infrastruktur dan Konstruksi Diprediksi Bersinar Tahun Ini)

Waskita pun telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 500 miliar pada akhir Oktober 2014 lalu. Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan total emisi Rp 2 triliun.

Analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto optimistis, jika terealisasi rights issue tersebut akan terserap oleh pasar. Menurutnya, investor masih menggemari saham konstruksi, apalagi pemerintah berkomitmen untuk mendorong infrastruktur.

?Dana tersebut akan terserap karena ekspektasinya masih tinggi,? ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Desy Setyowati