Menkeu Purbaya Tambah Likuiditas Rp 76 T, Saham BBRI, BMRI dan BBNI Ramai Diburu
Sejumlah anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berpotensi menangguk berkah setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyalurkan likuiditas jilid II senilai Rp 76 triliun kepada empat bank. Usai pernyataan tersebut, saham-saham tiga bank Himbara ramai diborong asing.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.
Tidak seluruh bank Himbara memperoleh tambahan likuiditas. Penempatan dana tersebut diberikan kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 25 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 25 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 25 triliun, serta Bank Jakarta sebesar Rp 1 triliun.
Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia Andrian Alamsyah Saputra menilai tambahan dana pemerintah kepada tiga bank Himbara menjadi sentimen positif yang mampu mengerek harga sahamnya.
Menurut dia, kebijakan penempatan dana ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi, sehingga diharapkan turut mendorong ekspansi kredit bank dan membantu meringankan biaya dana (cost of fund) yang masih tinggi.
“Dengan lanjutan injeksi likuiditas ini, tentu diharapkan ekspansi kredit semakin terdorong dan cost of fund bank dapat lebih ringan,” kata Andrian, Rabu (19/11).
Setelah kabar penambahan likuiditas muncul, saham tiga bank Himbara yaitu BBRI, BMRI dan BBNI ramai dikoleksi investor asing pada perdagangan Selasa (18/11). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham BBRI menjadi yang paling banyak dibeli investor asing dengan nilai Rp 256,6 miliar, disusul BBNI Rp 115,7 miliar dan BMRI Rp 58,1 miliar.
Pada perdagangan hari ini, Rabu (19/11) pukul 10.48 WIB secara intraday, dua dari tiga saham bank Himbara tercatat menguat. BBRI naik 0,50% ke level 3.990, BMRI menguat 0,84% ke level 4.830, sementara BBNI stagnan di 4.460.
Sementara itu, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memberikan target harga kepada masing-masing bank tersebut. Dia menyematkan target harga ke level 4.130, 4.270 dan 4.390 untuk BBRI. Dia menyarankan investor untuk masuk ke saham ini ketika harga di level 3.450 - 3.540.
Adapun investor direkomendasikan membeli saham BBNI ketiga harganya berada di level 4.030 - 4.130 dengan target harga ke level 4.600, 4.750, 4.880 dan 5.050. Untuk BMRI, Ivan menyarankan investor mulai mengoleksi saham ini ketika harganya di level 4.350 - 4.500 dengan target harga ke level 4.920, 5.125 dan 5.250.
Rincian Tingkat Penyerapan Dana Pemerintah di Perbankan Tahap I:
- Bank Mandiri: Terserap Rp 55 triliun (100%)
- Bank Rakyat Indonesia: Terserap Rp 55 triliun (100%)
- Bank Negara Indonesia: Terserap Rp 55 triliun (68%)
- Bank Tabungan Negara: Terserap Rp 24,7 triliun (98%)
- Bank Syariah Indonesia: Terserap Rp 10 triliun (99%)