Belum Setahun IPO, Emiten Prajogo (CDIA) Tebar Dividen Rp 167,67 Miliar

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan membagikan dividen interim pada bulan depan.
31/12/2025, 11.57 WIB

Emiten konglomerat RI Prajogo Pangestu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp 167,67 miliar atau senilai Rp 1,34 per saham. Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini baru mencatatkan perdana sahamnya Juli 2025 lalu. 

“Perseroan memutuskan untuk melakukan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025, yang berasal dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025,” demikian tertulis dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (30/12). 

CDIA mengantongi dana segar mencapai Rp 2,37 triliun dalam gelaran IPO pada Juli 2025. Dalam prospektus perusahaan, dana tersebut telah dialokasikan untuk pengembangan logistik sekitar Rp 871,75 miliar dan pengembangan pelabuhan dan penyimpanan Rp 1,5 triliun. 

Berikut daftar tanggal pembagian dividen interim CDIA:

  • Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 8 Januari 2026
  • Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 9 Januari 2026
  • Recording Date (Tanggal Daftar Pemegang Saham): 12 Januari 2026
  • Cum Dividen Pasar Tunai: 12 Januari 2026
  • Ex Dividen Pasar Tunai: 13 Januari 2026
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 29 Januari 2026

Kinerja Keuangan CDIA Kuartal III 2025

CDIA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 77,60 juta atau setara Rp 1,29 triliun (asumsi Rp 16.635 per US$) pada kuartal III 2025.   Laba bersih itu melonjak hingga 266,16% dari periode sama tahun lalu (year-on-year/yoy) yang mencetak US$ 21,19 juta atau Rp 352,56 miliar. 

Kenaikan laba ditopang pendapatan yang melesat 41,97% (yoy) menjadi US$ 104,82 juta atau Rp 1,74 triliun. Adapun kenaikan pendapatan terjadi pada hampir seluruh lini bisnis CDIA.

Penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya menyumbang pendapatan terbesar, yakni US$ 68,23 juta atau naik 13,85% (yoy). Lalu dari segmen penjualan bahan bakar senilai US$ 24,67 juta atau melesat 1.234,12% (yoy), serta sewa tangki dan dermaga US$ 4,19 juta atau tumbuh 18,46% (yoy).  

Sementara, penjualan bahan bakar menyusut 9,25% (yoy) menjadi US$ 7,72 juta pada kuartal ketiga tahun ini. 

Direktur Chandra Daya Investasi Jonathan Kandinata mengatakan, kinerja positif perseroan diperkuat oleh pinjaman dari BTN sebesar Rp 2 triliun, kerja sama dengan Bank Danamon, tambahan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, serta dana hasil IPO pada Juli 2025. 

"Seluruh inisiatif ini secara kolektif memperkuat ketahanan finansial CDI Group dan memposisikan grup untuk melanjutkan pertumbuhan jangka panjang di seluruh pilar bisnisnya," kata Jonathan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/10)

Hingga akhir kuartal III 2025, CDIA memiliki aset senilai US$ 1,6 miliar. Nilainya naik 48,07% dari posisi akhir Desember 2024 yang sebesar US$ 1,08 miliar.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila