Target BEI 2026: 50 Emiten IPO, Rata-Rata Transaksi Harian Saham Tembus Rp 15 T

Katadata/Fauza Syahputra
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan sambutan saat pembukaan perdagangan tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka tahun 2026 di zona hijau, menguat 0,34% di level 8.676 dengan sepuluh menit perdagangan pertama nilai transaksi saham telah mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
2/1/2026, 10.53 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan terdapat 555 pencatatan efek sepanjang 2026. Target ini mencakup 50 emiten baru yang melantai di BEI atau menggelar penawaran saham perdana alias Initial Public Offering/IPO.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, pihaknya telah menyiapkan arah pengembangan teknologi bursa untuk lima tahun ke depan guna menjaga momentum pertumbuhan pasar modal. BEI juga menargetkan penambahan 2 juta investor baru pada tahun ini setelah berhasil menembus 20 juta investor pada tahun lalu.

“BEI 2026–2030, kami menetapkan tujuan besar pada 2030, yakni membangun pasar modal Indonesia yang semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global,” ujar Iman dalam sambutan pembukaan perdagangan BEI 2026 di Main Hall BEI, Jumat (2/1).

Ia menjelaskan, target BEI pada tahun ini  mengacu pada kondisi makroekonomi nasional dan global. BEI juga membidik Indonesia mampu menembus jajaran 10 besar bursa dunia, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi pada tahun 2030. Hal ini diyakini akan memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.

Kinerja pasar saham sepanjang 2025 menjadi salah satu fondasi optimisme tersebut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun lalu. IHSG sempat menyentuh level 8.710,69 pada Agustus 2025, sebelum menutup tahun di level 8.646 atau naik 22% secara year to date.

Berdasarkan data BEI per 29 Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 20,32 juta, dengan investor saham menembus 8,59 juta. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp 16.000 triliun atau setara 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian juga mencetak rekor baru di level Rp 18,06 triliun. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12), IHSG ditutup menguat tipis 0,03% di level 8.646.

Perusahaan yang Beri Sinyal IPO 2026

Bank Jakarta

Bank DKI atau Bank Jakarta sebelumnya telah menyatakan rencana untuk menggelar pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Direktur Utama Bank DKI Agus H. Widodo bahkan menyebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memberikan restu bagi perseroan untuk melanjutkan rencana IPO.   

“Iya betul. Untuk kapannya, nanti kami informasikan lebih lanjut,” kata Agus ketika dihubungi Katadata.co.id, seperti dikutip Kamis (22/5) lalu.  

Menurut Agus, perusahaan kini tengah menyiapkan berbagai keperluan untuk memperlancar proses IPO. Adapun Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya memberi tenggat agar proses IPO digelar dalam waktu dekat.   

"Yang pasti saat ini sedang berproses untuk persiapan itu (IPO)," ujar Agus lagi.  

Rencana IPO Bank DKI ini sudah beberapa kali diungkap Pramono kepada publik. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin Bank DKI mempersiapkan IPO sebagai bagian dari upaya pembenahan Bank Milik Pemprov DKI Jakarta itu.     

Pramono mengakui koordinasi dan konsultasi dengan OJK terus dilakukan untuk persiapan IPO. Pada Kamis (15/5) lalu Pemprov Jakarta sudah bertemu dan berdiskusi langsung dengan OJK dan Bank DKI. Rencana IPO juga sudah dibahas dalam rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta.   

Titan Infra Sejahtera 

Sinyal IPO Titan Infra Sejahtera dari sektor energi itu semula direncanakan pada 2025. Pernyataan itu disampaikan dalam salah satu pemberitaan yang dimuat di laman resmi perusahaan. Tak hanya itu rencana IPO ini juga sudah diungkap pada 2024, dengan target melepas 10% saham.  

Direktur Utama Titan Infra Sejahtera Suryo Suwignjo mengatakan, meski harga batu bara global menurun, perusahaan tetap melanjutkan ekspansi terukur. Suryo menambahkan, kinerja Titan Infra menunjukkan tren positif pada lima bulan pertama tahun 2025.    

"Reputasi dan brand awareness perusahaan yang semakin kuat di industri batu bara menjadi modal besar dalam menghadapi rencana IPO pada 2025,” kata Suryo seperti dikutip dari laman resmi perusahaan.

Di tengah aksi itu perusahaan kini tengah beraksi melalui anak usaha PT Servo Lintas Raya (SLR), mengoperasikan jalan khusus batu bara (hauling road) sepanjang 118 km. Jalan khusus itu berkapasitas 50 juta ton yang menghubungkan wilayah Kabupaten Lahat, Muara Enim dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Adapun Kabupaten Lahat dan Muara Enim merupakan lumbung batu bara di Sumatera Selatan. Servo Lintas Raya terkoneksi dengan pelabuhan batu bara yang dioperasikan oleh PT Swarnadwipa Dermaga Jaya (SDJ), anak usaha PT Titan Infra Sejahtera. Saat ini, SDJ dapat menampung 34 juta ton batu bara per tahun dan berencana untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi 45 juta ton per tahun. 

Neo Energy

PT Anugrah Neo Energy Materials juga disebut tengah bersiap untuk mencatatkan perdana umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan rumor pasar, Neo Energy disebut tengah melaksanakan proses Pre-Deal Investor Education (PDIE). 

Rumor yang beredar itu juga menyebut bahwa raksasa baterai ternama sekaligus mitra strategis Volkswagen Group asal Cina, Gotion High-Tech akan resmi bergabung sebagai mitra strategis Neo Energy.  

Skemanya, Gotion dikabarkan akan mengambil porsi saham pada proyek HPAL (High-Pressure Acid Leaching) milik ANEM. Perusahaan juga akan menyediakan transfer teknologi dan jaminan pembelian (offtake) untuk produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). 

Selain itu, Gotion juga disebut akan bertindak sebagai standby buyer dalam rencana IPO ANEM. Namun hingga saat ini belum diketahui berapa besaran porsi dan nilai investasinya. Perusahaan juga belum menyampaikan jadwal hingga berapa jumlah saham yang ditebar saat IPO.  

Katadata.co.id sebelumnya sudah berupaya mendapatkan konfirmasi dari manajemen Neo Energi mengenai kabar IPO ini. Namun hingga berita ini ditayangkan belum ada informasi resmi dari perusahaan. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.