Saham Emiten Emas Bergeliat saat Harga Emas Spot ATH Baru, Intip Prospeknya

Unsplash
Harga emas dunia pada Rabu (21/1) kembali menembus rekor tertinggi baru, dipicu sentimen geopolitik AS dan Uni Eropa terkait sengketa Greenland (ilustrasi).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
21/1/2026, 09.56 WIB

Harga saham emiten-emiten emas terpantau kompak naik pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (21/1). Tumbuhnya harga saham emas didorong oleh kenaikan harga emas global ke level tertinggi sepanjang masa (all time high) ke US$ 4.700 per ons.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara intraday pukul 9.25 WIB, harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 3,05% atau 40 poin ke level 1.350, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melesat 5,30% atau 170 poin ke level 3.380, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 1,94% atau 80 poin ke level 4.200.

Kemudian PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terangkat 1,98% atau 40 poin ke level 2.060 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 0,76% atau 5 poin ke level 660. Sementara itu, harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tidak bergerak dari level 6.500.

Kenaikan harga saham emiten tambang emas tersebut mengerek sektor industri dasar menghijau saat sepuluh sektor lainnya di BEI jatuh ke zona merah. 

Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin mengatakan, kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten di sektor emas seperti BRMS, ARCI, EMAS, MDKA, PSAB, ANTM, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). 

“Berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata (ASP) dan volume transaksi perseroan,” kata Theodorus dalam keterangan resmi Stockbit dikutip Rabu (21/1).

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, bahkan meramal harga emas dunia dapat menyentuh level US$ 4.800 per ons pada pekan ini. Lebih lanjut, dia menyatakan pada kuartal pertama Februari mendatang, harga logam mulia tersebut kemungkinan dapat parkir di level US$ 5.000 per ons.

Sementara itu, Investment Specialist Korea Investment Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian, memandang kenaikan harga emas spot memberi angin segar bagi sektor tambang emas. Adapun lonjakan harga emas dunia didorong oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Greenland, yang memperkuat permintaan aset lindung nilai atau safe haven

Terkait dengan harga saham EMAS yang tidak bergerak hari ini, pada perdagangan kemarin justru naik 18,18% atau bertambah 1.000 poin. Azharys menekankan perlunya kehati-hatian investor karena operasional perusahaan masih berada pada fase konstruksi. 

Proyek Emas Pani saat ini dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan, sehingga terdapat risiko seperti keterlambatan penyelesaian maupun pembengkakan belanja modal (CAPEX) sebelum memasuki tahap produksi komersial.

Kendati demikian, ia menilai target manajemen untuk memulai operasional komersial pada kuartal pertama 2026 berpotensi menjadi katalis pertumbuhan yang menarik, terutama jika harga emas bertahan di level premium.

Menurutnya, dengan mempertimbangkan perkembangan proyek di lapangan serta mitigasi risiko yang ditempuh, ruang apresiasi saham EMAS masih terbuka lebar. Azharys pun menetapkan target harga saham EMAS berikutnya pada level 7.275 berdasarkan valuasi aset saat fase komersial tercapai.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri