TRUE Tunda Private Placement, Intip Profil dan Prospek Bisnisnya
Emiten terafiliasi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Sara Djojohadikusumo, PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), menunda aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau private placement. Menurut manajemen, aksi tersebut belum mencerminkan valuasi wajar saham TRUE.
TRIN adalah anak usaha dari PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Sebanyak 14,49% dari total saham TRUE yang beredar dipegang oleh TRIN. Sementara itu, PT Agung Perkasa Investindo menjadi pengendali perseroan dan menggenggam sebanyak 52,83% saham TRUE.
Sara, yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto, pada Desember lalu diangkat menjadi komisaris utama TRIN dan mengakuisisi 5% sahamnya. Nanti secara bertahap, Sara akan meningkatkan kepemilikannya pada saham TRIN hingga menjadi sebesar 20%.
Direksi TRUE menjelaskan, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang semula dijadwalkan pada Rabu, 25 Februari 2026, ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Rapat tersebut akan membahas mengenai aksi penambahan modal lewat private placement.
Manajemen menyampaikan, penundaan tersebut dilakukan karena pelaksanaan private placement saat ini dinilai belum mencerminkan valuasi wajar perseroan. Oleh sebab itu, manajemen tengah mengkaji sejumlah alternatif aksi korporasi lain yang dinilai dapat merefleksikan nilai wajar perusahaan sekaligus mengoptimalkan kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang.
Selain itu, manajemen perseroan juga menyatakan, penundaan ini tidak mengubah komitmen TRUE terhadap rencana penguatan struktur permodalan serta tidak mempengaruhi kinerja operasional maupun rencana bisnis yang telah berjalan.
“Perseroan akan terus memantau perkembangan pasar dan akan melaksanakan PMTHMETD pada waktu yang dinilai lebih tepat serta memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh pemegang saham,” tulis direksi TRUE pada keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (27/1).
Sebelumnya perseroan menyebut akan melakukan private placement sebanyak 757,11 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan maksimal 10% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh TRUE. Satu saham baru bernilai Rp 25.
Dengan aksi korporasi tersebut, saham TRUE akan meningkat menjadi maksimal 8,32 milair saham. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan sebelumnya, dana hasil private placement akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan kegiatan umum perseroan dan atau entitas anaknya. Selain itu, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui pembangunan proyek yang diharapkan memberikan nilai tambah bagi perseroan.
Kendati demikian, perseroan memberikan catatan bahwa rencana penggunaan dana untuk pengembangan proyek bersifat indikatif. Pelaksanaan serta penjadwalan akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual perseroan dan entitas anak, serta mempertimbangkan kondisi usaha saat pelaksanaan private placement.
Profil dan Prospek Bisnis TRUE
Merujuk profil perusahaan, TRUE adalah perusahaan pengembang real estate dan properti di Indonesia. Hingga saat ini, perseroan telah mengembangkan 1.400 unit apartemen di proyek Springwood Residence dan 652 unit properti lain mencakup Small Office Home Office (SOHO), kantor, dan hunian atau residential.
Disebutkan bahwa TRUE mampu menjual hunian-hunian tersebut dengan waktu yang cepat, kurang dari enam bulan. Adapun Springwood Residence adalah apartemen prestisius di Kota Tangerang. Proyek ini berlokasi di area yang dekat dengan pintu Tol Tangerang dan Tol Alam Sutera.
Proyek lainnya milik TRUE bernama The Smith adalah bangunan yang memiliki konsep Home of Start Ups. Kemudian ada proyek District East yang mengusung konsep Business Center, Lake View Residences, Food Promenade, Hotel, dan Club House. Proyek ini berlokasi di Karawang, Jawa Barat, yang dibangun di atas lahan seluas 26 hektar dan berkolaborasi dengan Alfaland Group.
Dari sisi gerak saham, harga saham TRUE melonjak signifikan terkerek sentimen masuknya keluarga Presiden Prabowo ke dalam bisnis induk usahanya. Jika menilik data perdagangan bursa, harga saham TRUE lama bertengger di posisi Rp 13 hingga Rp 20 per saham.
Namun memasuki Oktober 2025, harga sahamnya mulai bergerak naik ke level Rp 60-an dan naik ke level Rp 220-an ketika Sara diumumkan menjadi komisaris utama induk usahanya, TRIN. Pada perdagangan hari ini pukul 14.16 WIB, harga saham TRUE tercatat anjlok 9,72% atau 42 poin ke level Rp 390. Secara tahunan, saham TRUE melonjak 2.194%.