Purbaya Respons Mundurnya Dirut BEI: Kesalahan Dia Fatal

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
30/1/2026, 14.26 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kabar mundurnya Iman Rachman dari kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Purbaya menilai, kesalahan Iman fatal karena berkaitan dengan ambruknya IHSG dua hari beruntun. 

"Itu bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang di bursa kemarin. Karena dia kan tidak follow up masukan atau pertanyaan dari MSCI (Morgan Stanley Capital Index)," kata Purbaya di kantor Danantara, Jakarta, Jumat (30/1). 

Menurut Purbaya, kesalahan Iman cukup fatal sehingga menyebabkan IHSG terkoreksi dalam pada perdagangan dua hari terakhir. Menurut dia, masalah pada pasar modal perlu diperbaiki karena dapat menganggu kestabilan ekonomi secara keseluruhan. 

"Dianggapnya ekonomi kita enggak stabil,” kata dia. 

Purbaya mengatakan, kesalahan yang dilakukan Iman bertolak belakang dengan upaya pemerintah yang tengah melakukan perbaikan kondisi perekonomian di dalam negeri. 

“Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh. Nanti tiap senen kita akan berjalan terus debottlenecking. OSS juga akan kita kasih modal supaya berjalan lebih baik lagi,” kata dia. 

Selain itu, Purbaya mengatakan pemerintah telah berkomunikasi lebih dekat dengan bank sentral untuk mengupayakan likuidasi pasar cukup untuk ekonomi tumbuh 6% tahun ini.

Momentum mundurnya Iman ini berdekatan dengan momen terpilihnya keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang juga ramai dibicarakan masyarakat. Purbaya mengatakan, kedua hal tersebut tak berdampak kepada fiskal. 

“Eggak ada, saya untung kalau dia (Iman) mundur, dia bayar pajak, bukan saya yang bayar juga gajinya. Enggak ada ke fiskal,” kata dia. 

Purbaya menilai, mundurnya Iman menjadi sinyal positif. Menurutnya, investor di pasar modal maupun di real sector melihat bahwa pemerintah mengatasi masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. 

“Jadi yang tadinya ragu-ragu mustinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di real sector, di FDI,” kata Purbaya. 

Iman mengundurkan diri dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu disampaikan kepada wartawan di media center Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1).  Iman Rachman mengatakan keputusan yang diambil menurutnya menjadi yang terbaik untuk pasar modal. Ia berharap dengan pengunduran dirinya menjadi lebih baik.  

“Sebagai bentuk tanggung jawab apa yang terjadi dua hari ini menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama BEI,” kata Iman. 

Kinerja BEI dalam beberapa hari terakhir disorot terutama usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga diberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt dalam dua hari beruntun. Pelaku pasar merespons negatif pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia pada Februari 2026.   

Menanggapi rontoknya pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan mengambil sejumlah langkah, antara lain mulai berkantor di BEI hari ini untuk mengawasi reformasi BEI. Selain itu OJK juga segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi BEI yang akan tuntas pada kuartal pertama tahun ini. 

“Kami bisa sampaikan juga kami memahami dalam diskusi dengan pemerintah bahwa pemerintah akan menerbitkan peraturan terkait demutualisasi bursa dalam kuartal pertama tahun ini,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di Gedung BEI, Jakarta, kamis (29/1). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman