Danantara Nimbrung Rapat OJK–BEI dengan MSCI Sore Ini, Mau Apa?

Katadata/Nur Hana Putri Nabila
CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menjawab pertanyaan awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2).
2/2/2026, 16.20 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia hari ini nimbrung rapat antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta self regulatory organizations (SROs) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hal itu tak pelak menimbulkan pertanyaan publik.

Berdasarkan pantauan, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, tampak sudah hadir di bursa sebelum rapat berlangsung.  Saat ditanya soal atribusi dirinya dalam rapat dengan MSCI, dia mengatakan Danantara hanya sebagai pembeli saham.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut perannya dalam rapat penting itu. “Kami hanya pembeli saham,” ujar Pandu di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2).

Putra ekonom Sjahrir itu mengatakan, Danantara ikut jadi pembeli domestik karena merasa saham-saham di Indonesia menarik dan ekonominya juga baik. Pandu pun menilai saham di bursa RI valuasinya menarik. Ia juga menyinggung sejumlah analis yang menyinggung langkah regulator yang segera menindaklanjuti pengumuman MSCI.

“Karena barusan Hari Rabu (28/1) kemarin keluar, lihat perubahan yang terjadi hanya dalam waktu 5 hari, termasuk Hari Sabtu (31/1) dan Minggu (1/2) hari kerja buat semua di sini,” kata Pandu. 

Ia juga mengatakan, pasar modal menjadi salah satu sektor yang paling cepat melakukan perubahan. Menurutnya, respons BEI hingga SRO sangat cepat bahkan kurang dari satu pekan untuk menyiapkan langkah-langkah yang akan ditempuh.  

Adapun salah satu yang akan dibahas berkaitan dengan perhitungan metodologi porsi saham publik atau free float.  Pejabat Pengganti Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengonfirmasi akan bertemu pihak MSCI dalam rapat hari ini.  

“Saya sama Pak Hasan Hari Senin (menghadiri pertemuan dengan MSCI). Nanti kita berkantor di bursa tetap,” ucap perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut kepada wartawan di Wisma Danantara, Sabtu (31/1), sambil menyebut nama Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. 

Kiki mengatakan, dalam rapat hari ini, dia akan hadir bersama Hasan dan Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat. 

Dari pihak BEI, pertemuan penting tersebut akan dihadiri oleh Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik. Jeffrey menyebut, pertemuan tersebut akan dilakukan secara virtual.

“Pertemuan secara online, saya akan mewakili Bursa Efek Indonesia untuk ketemu dengan petinggi MSCI dari OJK juga akan ikut,” ujar Jeffrey. 

Jeffrey menjelaskan, agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah untuk meyakinkan pengelola indeks global bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan transparansi serta memperkuat tata kelola pasar modal.

Sebelumnya, MSCI mengumumkan bakal membekukan saham Indonesia, baik dalam rebalancing maupun penambahan bobot dalam indeksnya. Sebagai dampaknya, tidak akan ada peningkatan foreign inclusion factor (FIF) dan number of shares (NOS) saham-saham RI di MSCI. 

Selain itu, tidak akan ada penambahan saham Indonesia ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI). Penyedia indeks global itu juga akan menghentikan migrasi naik antarsegmen indeks ukuran, termasuk perpindahan dari Small Cap ke Standard Index. MSCI menyatakan ketentuan tersebut segera berlaku. 

Tak hanya itu, saham RI bahkan tidak dapat masuk dalam kocok ulang atau rebalancing MSCI pada periode Februari 2026. Mereka pun menyatakan menunggu data revisi dari BEI hingga Mei 2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila