Preskom BCA Jahja Setiaatmadja Beli 67.000 Saham BBCA
Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA), Jahja Setiaatmadja, baru saja menambah kepemilikan sahamnya di emiten perbankan raksasa nasional tersebut. Hal itu terungkap lewat laporan transaksi yang dirilis lewat keterbukaan informasi bursa, petang tadi.
Berdasarkan laporan itu, Jahja diketahui memborong sebanyak 67.000 saham BBCA di harga Rp 7.450 per unit pada Senin (2/2) ini. Pembelian itu berlangsung dalam satu kali transaksi saja.
Untuk itu, Jahja harus mengeluarkan dana lebih dari Rp 499 juta. "Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi," tulis Jahja dalam laporan itu.
Pascapembelian tersebut, kenaikan porsi kepemilikan saham Jahja di BCA tidak begitu signifikan, yakni masih di kisaran 0,03% atau dengan total 35.000.644 saham.
Selama beberapa waktu terakhir, saham ini mengalami tekanan yang cukup berat. Harganya terkoreksi 5,88% secara tahun berjalan (ytd) dan merosot 19,58% dibandingkan 12 bulan lalu (YoY).
Pekan lalu, saham blue chip ini juga menghadapi tekanan jual yang signifikan. BBCA menjadi yang paling banyak dilepas asing selama periode perdagangan bursa 26-30 Januari 2026 lalu. Nilai jual bersih asingnya mencapai Rp 8,11 triliun, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 2,71 triliun.
Namun, Senin ini menjadi hari yang baik buat BBCA. Pasalnya, pada penutupan perdagangan bursa sore tadi, harga saham ini bertengger di level Rp 7.600, naik sebesar 200 poin atau 2,7%.
Dari sisi nilai transaksi, BBCA berhasil mencatatkan nilai transaksi tertinggi harian, yaitu sebesar Rp 2,90 triliun. Di bawahnya ada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp 2,83 triliun, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan transaksi Rp 1,60 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,28 triliun.