Airlangga soal Target APBN 2025 Meleset: Ekonomi Masih Tumbuh Solid

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kinerja ekonomi tetap menunjukkan tren perbaikan, terutama pada akhir tahun.
Editor: Agustiyanti
5/2/2026, 18.02 WIB

Pemerintah menilai kondisi perekonomian nasional berada dalam jalur positif meski realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 belum mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,2%. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi tahun lalu mencapai 5,11% secara tahunan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kinerja ekonomi tetap menunjukkan tren perbaikan, terutama pada akhir tahun. "Ini dibandingkan beberapa negara relatif situasinya baik dan kalau kita lihat kuartal per kuartal itu terus baik dan ini adalah tertinggi dari empat kuartal yang lalu,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Kamis (5/2).

BPS mencatat, produk domestik bruto (PDB) kuartal IV 2025 atas dasar harga berlaku tercatat Rp 6.147,2 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan Rp 3.474,5 triliun. Sepanjang tahun, PDB Indonesia mencapai Rp 13.580,5 triliun (harga konstan) dan Rp 23.821 triliun (harga berlaku). 

Menurut Airlangga, sejumlah sektor utama menjadi penopang pertumbuhan, terutama industri pengolahan yang tumbuh 5,4% dengan kontribusi besar terhadap PDB. Selain itu, sektor perdagangan dan pertanian juga mencatatkan kinerja positif. Ketiga sektor tersebut, menurut Airlangga, merepresentasikan lebih dari 40% struktur ekonomi nasional.

Di sisi lain, konsumsi masyarakat juga tetap kuat. Pemerintah menilai berbagai program stimulus yang digelontorkan sepanjang tahun, termasuk bantuan sosial, turut menjaga daya beli.

“Jadi program yang digelontorkan pemerintah itu membuahkan hasil di kuartal keempat,” katanya.

Airlangga juga mencatat, pertumbuhan ekonomi berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang 1,3 juta orang. Sejumlah indikator kesejahteraan seperti rasio ketimpangan (gini ratio) pun disebut menunjukkan perbaikan.

Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menjaga momentum, mulai dari penguatan transportasi, penyaluran bansos, hingga pengaturan work from anywhere guna mendorong mobilitas dan konsumsi.

“Di bulan Desember mobilitas itu mendorong konsumsi dan ini suatu hal yang bisa kita tarik pelajaran dari sana,” ujarnya. 

Pemerintah Pede Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4%

Pada tahun depan, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi mencapai 5,4%. 

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto kepada Katadata mengatakan, berdasarkan asumsi makro APBN, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 ditargetkan mencapai 5,4%.

“Sementara untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditargetkan sebesar 5,4%. Dengan peluang untuk tumbuh lebih tinggi apabila realisasi investasi dan konsumsi domestik berjalan lebih kuat,” kata Haryo.

Target tersebut sedikit di atas proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,0% pada 2025 dan 5,1% pada 2026. Meski demikian, pemerintah tetap optimistis sasaran APBN dapat tercapai. 

Optimisme ini didukung sinergi kebijakan fiskal dan moneter, percepatan belanja produktif, perluasan pasar ekspor, serta penguatan investasi dan konsumsi domestik.

Sejumlah sektor disiapkan sebagai penggerak utama pertumbuhan, antara lain jasa keuangan, pariwisata, dan digitalisasi; industri manufaktur bernilai tambah tinggi; pertanian untuk ketahanan pangan; energi terbarukan; serta konstruksi untuk pembangunan infrastruktur. 

Adapun fokus kebijakan periode 2025–2029 mencakup peningkatan produktivitas pertanian, hilirisasi industri padat karya berorientasi ekspor, penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif, transformasi digital, pembiayaan investasi melalui Danantara, hingga program sosial seperti Makan Bergizi Gratis dan pembangunan tiga juta rumah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah