Dompet Digital DANA Indonesia Dikabarkan Bersiap IPO, Disokong Grup Taipan

website Dompet Digital DANA
Dompet Digital DANA
20/2/2026, 18.57 WIB

Perusahaan dompet digital, PT Espay Debit Indonesia Koe atau dikenal dengan brand DANA Indonesia dikabarkan tengah menyiapkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan disebut tengah serius membereskan berbagai persiapan untuk IPO.

Berdasarkan laporan Ajaib Sekuritas, DANA disebut melakukan kajian serius atas pengalaman perusahaan digital lain yang telah lebih dulu IPO. Pelajaran di antaranya diambil dari proses IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Masih menurut laporan Ajaib, CEO & Co-founder DANA, Vince Iswara, menyatakan rencana IPO akan berjalan usai seluruh produk DANA dinilai optimal. Perseroan juga memetik pelajaran dari proses penawaran umum perdana platform digital lain agar lebih siap menghadapi dinamika serta tantangan di pasar modal.

Sementara itu Direktur Komunikasi DANA Olavina Harahap membenarkan perusahaan juga membidik langkah IPO. Namun ia menyebut perusahaan masih mencari waktu yang tepat. 

"IPO saat ini masih menjadi strategi jangka panjang kami dan akan dieksekusi di waktu yang tepat. Tentunya, menyesuaikan kondisi pasar dan perusahaan," ujar Olavina kepada Katadata, Jumat (20/2). 

Menurut Olavina, fokus perusahaan saat ini adalah memastikan kualitas pengalaman dan layanan pengguna yang optimal. Selain itu DANA juga terus menyempurnakan keamanan dan kenyamanan pengguna.

"Dengan tujuan utama agar pengguna bisa memaksimalkan layanan kami dan pada akhirnya membantu kesejahteraan finansial mereka juga," ujar Olavina lagi. 

DANA dalam Pusaran Grup Taipan

Dalam menjalankan usahanya, DANA mulanya memperoleh dukungan finansial dari PT Elang Sejahtera Mandiri (EAM) yang berada di bawah Grup Emtek sebagai investor utama bersama Alibaba. Namun kemudian Emtek melepas kepemilikan di DANA.

Pada tahun 2022, DANA telah mengumumkan investasi strategis dari konglomerasi Sinar Mas dan e-commerce terbesar Lazada Group. Investasi strategis terbaru ini membuktikan kepercayaan dan keyakinan kedua investor baru terhadap ekosistem keuangan digital terbuka DANA serta peran penting DANA dalam memajukan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

DANA memperoleh investasi dari anak usaha Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa sebesar US$ 25 juta atau setara Rp 350 miliar. Dian Swastatika merupakan unit usaha Grup Sinar Mas yang beroperasi di sektor pembangkit listrik, batubara, emas, bahan kimia, hingga internet. Sedangkan, anak usahanya, PT DSST Dana Gemilang berfokus pada layanan jasa konsultasi manajemen.

Di sisi lain, DANA memperoleh dukungan teknologi dari Ant International yang mengelola Alipay+ dari Cina. Kolaborasi ini menjadi salah satu fondasi sistem pembayaran digital DANA sejak awal beroperasi.

Meski DANA baru diluncurkan pada 2018, Vincent Iswara selaku founder DANA sudah menggeluti bidang digital payment sejak 2008. Lelaki yang memiliki nama panjang Vincent Henry Iswaratioso itu, merupakan penyandang gelar MBA dari Strategic Management Waseda University, Jepang dan merupakan lulusan 2002.  

Dari berbagai sumber, diketahui bahwa pada 2008, Vincent sempat mendirikan perusahaan di bidang pembayaran digital bernama INDOMOG. Saat itu, kehadiran perusahaan bertujuan untuk memudahkan transaksi para gamer. 

Melansir laman LinkedIn, Vincent berkiprah di INDOMOG hingga 2015. Setelah itu,  dia beralih profesi menjadi Director sekaligus Country Lead dari Alipay Indonesia. Jabatan tersebut, diemban selama periode 2015 hingga 2017.

Selang setahun kemudian lahirlah dompet digital DANA, tepatnya pada 2018. Melalui kerja sama teknologi dengan Alipay, Vincent melihat peluang besar dalam mengembangkan uang elektronik di Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila