Daftar Sembilan Kandidat Direksi Baru Astra International (ASII)

Dok. Astra International
Gedung Menara Astra yang menjadi kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII), berlokasi di kawasan SCBD, Jakarta.
14/4/2026, 12.36 WIB
  • Santosa

Santosa lahir pada 1966. Ia meraih gelar Sarjana Sains Fisika dari Universitas Gadjah Mada pada 1989.

Saat ini, Santosa menjabat sebagai direktur PT Astra International Tbk sejak 2018. Selain itu, sejak 2025 ia menjabat sebagai presiden komisaris PT Astra Agro Lestari Tbk dan komisaris PT Astra Digital Internasional.

Sejak 2020, ia menduduki kursi presiden komisaris di PT Astra Graphia Tbk, PT Astra Tol Nusantara, dan PT Astra Nusa Perdana. Sebelumnya, Santosa menjabat sebagai presiden direktur PT Astra Agro Lestari Tbk pada periode 2017–2025 dan presiden direktur PT Asuransi Astra Buana pada 2014–2017.

Ia juga pernah menjabat sebagai wakil presiden direktur sekaligus direktur keuangan PT Asuransi Astra Buana (2013–2014), direktur keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk (2007–2013), hingga direktur keuangan PT Asuransi Astra Buana (2005–2007). Pada 2003–2005, ia menjabat sebagai direktur PT Astra Graphia Tbk.

Di luar jabatannya, Santosa menjadi anggota dewan pengawas di sejumlah lembaga, antara lain Dana Pensiun Astra Dua, Yayasan Dharma Bhakti Astra, Yayasan Astra Bina Ilmu, serta Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim sejak 2018. 

  • Gita Tiffani Boer 

Gita Tiffani Boer saat ini menjabat sebagai direktur PT Astra International Tbk sejak 2018. Selain itu, sejak 2025 ia juga dipercaya sebagai komisaris di PT United Tractors Tbk, PT Astra Healthcare Indonesia, dan PT Astra Sehat Nusantara. 

Sebelumnya, ia menjabat sebagai komisaris PT Toyota-Astra Motor pada periode 2018–2025, dan presiden komisaris PT Arya Kharisma sejak 2015.

Dalam perjalanan kariernya, Gita pernah menjabat sebagai chief group general counsel & corporate secretary PT Astra International Tbk pada 2011–2018. Ia juga memiliki jejak di bidang hukum sebagai partner di Mochtar Karuwin & Komar Law Firm dengan spesialisasi corporate, pasar modal, dan keuangan pada 2003–2011, dan sebagai associate di firma hukum yang sama pada 1989–2003.

Gita aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Sejak 2020, ia menjadi anggota Dewan Pembina Yayasan Astra Bina Ilmu. Ia juga menjabat sebagai ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim sejak 2019, serta ketua Dewan Pembina Yayasan Dharma Bhakti Astra dan Yayasan Amaliah Astra sejak 2017.

Ia merupakan warga negara Indonesia yang lahir pada 1966. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada 1990, dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Master of Law dari American University, Washington College of Law, Amerika Serikat, pada 1993. 

  • FXL Kesuma 

Pria yang lahir pada 1962 ini menempuh pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Parahyangan pada 1988, kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Master Teknik Jalan Raya dari Institut Teknologi Bandung pada 1991.

Saat ini, ia menjabat sebagai direktur PT Astra International Tbk sekaligus presiden direktur PT United Tractors Tbk sejak 2019. Selain itu, ia juga menjabat presiden komisaris di sejumlah entitas, antara lain PT Komatsu Astra Finance, PT Tuah Turangga Agung, dan PT Acset Indonusa Tbk.

Sejak 2026, FXL Kesuma menjabat sebagai presiden komisaris PT Pamapersada Nusantara, setelah sebelumnya menjadi komisaris pada periode 2023–2026. Ia juga menempati posisi sebagai presiden komisaris PT Energia Prima Nusantara sejak 2024, dan komisaris PT Astra Tol Nusantara sejak 2020.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai presiden komisaris PT Surya Artha Nusantara Finance pada periode 2019–2026 dan presiden komisaris PT Agincourt Resources pada 2018–2024.

  • Thomas Junaidi Alim W

Berikutnya, ada Thomas yang lahir pada 1979. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Universitas Trisakti pada 2002, kemudian melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari NTU–Berkeley–Wharton University, Amerika Serikat, pada 2016.

Saat ini, ia menjabat sebagai direktur PT Astra International Tbk sejak 2024. Selain itu, sejak 2025 ia menjabat sebagai komisaris di PT Astra Otoparts Tbk dan PT Federal International Finance, dan presiden komisaris PT Astra Asuransi Buana.

Sejak 2023, Thomas menjabat sebagai wakil presiden direktur eksekutif PT Astra Honda Motor. Ia juga mengemban sejumlah posisi lain, sebagai presiden komisaris PT Suryaraya Rubberindo Industries, dan komisaris di PT Musashi Auto Parts Indonesia dan PT Astemo Bekasi Manufacturing.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai komisaris PT Astra Digital Arta pada periode 2020–2026. Ia juga memiliki pengalaman sebagai direktur marketing PT Astra Honda Motor pada 2017–2023.

Halaman:
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila