BEI Turunkan Bobot Saham GOTO di IHSG, Faktor Apa yang Mendasarinya?
Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan bobot saham emiten transportasi PT GoTo Gojek Tokopedia dalam perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pemangkasan terjadi di tengah sorotan MSCI terhadap likuiditas saham GOTO.
Berdasarkan pengumuman BEI tertanggal 24 Juni 2026, bobot GOTO dalam IHSG turun menjadi 1,50% setelah evaluasi, dari sebelumnya 1,61%. Penyesuaian tersebut juga tercermin pada jumlah saham untuk perhitungan indeks yang turun menjadi 798,85 miliar lembar dari sebelumnya 877,44 miliar lembar, dengan rasio free float mencapai 70,04%.
Adapun saham GOTO kini sudah lama bertengger di level gocap atau Rp 50. Pada perdagangan saham hari ini, Jumat (26/6) volume yang diperdagangkan tercatat 23,10 juta dengan nilai transaksi Rp 1,16 miliar dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 57,03 triliun pukul 15:12 WIB. Secara year to dae (ytd) saham GOTO sudah anjlok 21,88%.Pada perdagangan hari ini antrean jual saham GOTO mencapai 205,41 juta lot.
Sebelumnya tekanan bertubi-tubi menghantam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring gelombang aksi jual yang terus membayangi emiten teknologi itu. Lembaga pemeringkat indeks global MSCI membekukan proses rebalancing terhadap saham GOTO karena saham emiten tersebut diperdagangkan di level minimum Rp 50 per saham alias gocap. MSCI menilai kondisi ini menimbulkan potensi masalah replikasi indeks akibat rendahnya likuiditas saham GOTO.
Dalam pengumuman resminya, MSCI menyatakan akan membekukan seluruh perubahan terkait saham GOTO dalam peninjauan indeks Mei 2026. Kebijakan itu mencakup perubahan jumlah saham atau number of shares (NOS), foreign inclusion factor (FIF), domestic inclusion factor (DIF), faktor pembatas (constraint factors), hingga penambahan maupun penghapusan saham GOTO di indeks MSCI.
“Kebijakan ini berlaku untuk MSCI Global Investable Market Indexes maupun indeks non-market capitalization weighted lainnya, seperti MSCI Factor, Sustainability & Climate, Thematic, dan Capped Indexes,” tulis MSCI dalam pengumumannya yang dikutip Kamis (28/5).
Meski demikian, MSCI menyebut perubahan constraint factor tetap dapat dilakukan apabila diperlukan agar indeks tertentu tetap memenuhi aturan batas konsentrasi sesuai metodologi yang berlaku. MSCI juga akan kembali meninjau likuiditas saham GOTO pada evaluasi indeks Agustus 2026. Jika pada saat itu GOTO tidak memenuhi persyaratan likuiditas, MSCI membuka peluang untuk mengeluarkan saham tersebut dari indeksnya. Saat ini, MSCI masih mempertahankan GOTO dalam MSCI Global Standard Indexes.
MSCI juga telah membekukan penambahan konstituen baru dari Indonesia dalam peninjauan indeks kali ini. Pengumuman ini disampaikan dua pekan setelah MSCI merilis hasil rebalancing kuartalan Mei 2026 pada 13 Mei lalu. Sebaliknya, 18 emiten Indonesia justru dikeluarkan, terdiri dari enam saham di MSCI Global Standard Indexes dan 13 saham di MSCI Small Cap Indexes.
Tak hanya MSCI, tekanan juga datang dari lembaga pemeringkat FTSE Russell. Dalam pengumuman terbaru yang dirilis 1 Juni 2026, FTSE menyatakan GOTO akan dikeluarkan dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index dan berlaku efektif pada pekan terakhir Juni 2026.
"Penghapusan tersebut efektif mulai 22 Juni 2026," tulis FTSE dalam pengumumannya, dikutip Selasa (2/6).
FTSE menjelaskan penghapusan tersebut karena keempat emiten kini tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut FTSE, papan tersebut merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi kriteria kelayakan untuk masuk dalam FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Keputusan itu juga sejalan dengan kebijakan perlakuan indeks Indonesia (Indonesia Index Treatment) yang diterapkan dalam peninjauan indeks periode Juni 2026.