IHSG Diramal Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham CUAN, JSMR, hingga ISAT

Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berada di dekat layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026).
29/6/2026, 07.09 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal terkoreksi pada perdagangan saham awal pekan ini. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG secara mingguan (weekly) posisi IHSG terkoreksi 4,55% dan telah mencapai target koreksi minimal.

Posisi IHSG diperkirakan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5,723-5,784, MNC Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada di kisaran 5.784–5.594, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.286–6.459.

“Adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek kami perkirakan untuk menguji 5.912–5.937,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (29/6). 

 Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) akumulasi beli di rentang Rp 520–Rp 550 dengan target harga di Rp 720–Rp 830, sementara level stoploss di bawah Rp 482.

Kemudian PT Jasa Marga Tbk (JSMR) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 2.770–Rp 2.930 dengan target harga di Rp 3.170–Rp 3.410, serta stoploss di bawah Rp 2.770.

Sentimen IHSG

Di samping itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dengan resistance di level 6.000, pivot 5.900, dan support 5.800. 

Apalagi bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6) seiring rotasi investor dari sektor teknologi ke sektor defensif. Saham-saham chip juga terkoreksi setelah muncul kabar bahwa OpenAI mempertimbangkan untuk menunda IPO hingga tahun depan, menyusul buruknya kinerja saham SpaceX setelah melantai di bursa serta tingginya volatilitas saham-saham berbasis AI.

Hal itu memunculkan kekhawatiran terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan investasi infrastruktur karena pendanaan dari pasar modal menjadi tertunda.

Kondisi ini juga dinilai berpotensi memperlambat belanja infrastruktur AI yang selama ini menjadi pendorong utama permintaan cip semikonduktor dan pembangunan pusat data.

Investor juga akan mencermati lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz terkait pergerakan harga minyak, setelah kembali terjadi bentrokan antara Amerika Serikat dan Iran pada Jumat (26/6).

Dari sisi data ekonomi, pasar akan menantikan rilis data pasar tenaga kerja AS, PMI manufaktur, factory orders, dan indeks harga rumah. Sementara itu, kawasan Euro akan merilis data inflasi.

Dari domestik, pelaku pasar akan menunggu rilis data S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi. Investor juga akan memantau perkembangan penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds. 

Pemerintah mengimbau sekaligus menargetkan pemilik modal besar untuk menempatkan dananya pada instrumen tersebut dalam jangka waktu enam bulan, meski tidak bersifat wajib. 

Penerbitan obligasi ini dinilai sebagai upaya pemerintah menarik investasi. Namun di sisi lain mendapat respons negatif karena dianggap berpotensi melemahkan penegakan hukum di sektor keuangan akibat adanya ketentuan imunitas.

“Secara teknikal IHSG diperkirakan menguji level 5.700–5.800 pada pekan ini,” tulis Phintraco dalam analisisnya. 

 Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Indosat Tbk (ISAT), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila