Manuver Emiten Konglomerat Sinarmas (DSSA) Akuisisi Entitas EXCL Rp 4 Triliun

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten grup Sinarmas
2/7/2026, 19.06 WIB

Emiten konglomerat Grup Sinarmas Franky Oesman Widjaja, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengakuisisi saham PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Dalam aksi itu DSSA merogoh kantong senilai Rp 4 triliun.  

PT Bali Media Telekomunikasi merupakan perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan dan tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia, yang berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek untuk periode yang berakhir pada akhir bulan Mei 2026 merupakan pemilik 24,56% saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Mengacu pada keterbukaan informasi BEI, pada 29 Juni 2026 tercatat transaksi pengalihan sebanyak 11.193.772.120 saham PT BMT milik PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi dengan total nilai transaksi sekitar Rp 4 triliun. 

“Transaksi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur bisnis, memperluas cakupan kapabilitas bisnis, dan mempercepat integrasi ekosistem infrastruktur digital dan teknologi DSSA melalui integritas aset, jaringan, teknologi dan kompetensi yang saling melengkapi,” tulis manajemen, Kamis (2/7). 

Manajemen DDSA menjelaskan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital, meningkatnya penetrasi internet, dan percepatan transformasi digital di berbagai sektor telah mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital dan teknologi telekomunikasi yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan. 

Di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis, DSSA menilai penciptaan nilai kini tidak lagi hanya bergantung pada penyediaan layanan secara terpisah, melainkan pada kemampuan membangun ekosistem digital yang terintegrasi sehingga mampu menghadirkan solusi menyeluruh bagi pelanggan.

Saat ini, DDSA mengoperasikan bisnis di bidang infrastruktur digital dan teknologi yang mencakup layanan internet, pusat data (data center), dan berbagai solusi digital. DSSA menyatakan terus menjalankan sejumlah inisiatif strategis, mulai dari optimalisasi portofolio aset, penguatan struktur bisnis, peningkatan kapabilitas digital, hingga memperluas kolaborasi strategis guna memperkuat daya saing jangka panjang.

Melalui transaksi tersebut, DDSA menilai perseroan akan memperluas rantai nilai bisnis dengan memperkuat pengembangan solusi internet untuk kebutuhan antarperusahaan (B2B) serta menghadirkan solusi digital yang terintegrasi bagi segmen korporasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga berbagai industri. 

Dengan portofolio layanan yang semakin lengkap, manajemen DSSA optimistis dapat menyediakan solusi digital end-to-end, mulai dari layanan konektivitas, infrastruktur digital, hingga layanan teknologi bernilai tambah untuk mendukung transformasi digital pelanggan.

“Transaksi merupakan transaksi afiliasi karena dilaksanakan oleh perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh Franky Oesman Widjaja,” tulis manajemen. 

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila