Tujuh Emiten Perbankan dalam Pusaran Saham HSC, dari BBHI, BNII, hingga MEGA

Katadata/Fauza Syahputra
Logo Allo Bank (ilustrasi). PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) kini menjadi salah satu emiten yang masuk ke dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC.
15/7/2026, 13.10 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan tujuh saham perbankan ke dalam daftar high shareholding concentration (HSC). Langkah itu dilakukan setelah pasar modal merevisi metodologi penyaringannya dengan menambahkan indikator price impact ratio

Ketujuh emiten tersebut adalah PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII). Kemudian diikuti PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), hingga PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Berdasarkan data BEI, saham BBSI mencatat konsentrasi kepemilikan tertinggi mencapai 99,95%, diikuti BNLI sebesar 99,92%, dan BTPN 99,78%. Sementara, saham BNII terkonsentrasi hingga 99,14%, MEGA 95,68%, BINA 94,79%, dan BBHI sebesar 92,71%.

Seperti diketahui, otoritas BEI merevisi metodologi saham HSC dengan menambahkan kriteria baru, yakni price impact ratio untuk saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, bursa akan melakukan penyaringan (screening) terhadap saham-saham yang memiliki price impact ratio tinggi untuk mengidentifikasi potensi saham HSC.

Price impact ratio dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap velocity, yaitu rasio antara rata-rata volume transaksi dan jumlah saham yang beredar di publik (free float). Semakin rendah volume transaksi suatu saham, semakin rendah pula velocity-nya.

“Dengan velocity yang rendah tetapi perubahan harga yang besar tentu akan menghasilkan price impact ratio tinggi. Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya HSC,” kata Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7).

Selain itu, Jeffrey menyebut evaluasi berdasarkan price impact ratio akan diterapkan secara berkala setiap tiga bulan terhadap seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Peninjauan tersebut akan mengikuti siklus evaluasi indeks utama BEI.

Di sisi lain, trigger factor yang digunakan dalam pengawasan tetap akan berlaku untuk seluruh saham dan dilakukan secara insidental, tidak mengikuti jadwal evaluasi berkala. Dengan tambahan kriteria baru itu, jumlah emiten yang masuk ke dalam daftar HSC kini naik menjadi 51 saham. 

“Sehingga total saham yang ada di dalam high shareholding concentration akan menjadi 51 saham. Sekali lagi, ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan yang terus kami lakukan untuk memastikan transaksi yang teratur wajar dan efisien,” ucap Jeffrey.

34 Emiten Baru yang Masuk Daftar HSC per 14 Juli 2026:

No.Kode EmitenPerusahaanTerkonsentrasi (%)
1AGIIPT Samator Indo Gas Tbk97,75%
2ALIIPT Ancara Logistics Indonesia Tbk97,62%
3BBHIPT Allo Bank Indonesia Tbk92,71%
4BBSIPT Krom Bank Indonesia Tbk99,95%
5BELIPT Global Digital Niaga Tbk93,83%
6BINAPT Bank Ina Perdana Tbk94,79%
7BNIIPT Bank Maybank Indonesia Tbk99,14%
8BNLIPT Bank Permata Tbk99,92%
9*BRENPT Barito Renewables Energy Tbk97,31%
10BTPNPT Bank SMBC Indonesia Tbk99,78%
11BYANPT Bayan Resources Tbk98,50%
12CMNPPT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk96,64%
13CMNTPT Cemindo Gemilang Tbk99,41%
14DCIIPT DCI Indonesia Tbk99,96%
15*DGWGPT Delta Giri Wacana Tbk97,35%
16DNETPT Indoritel Makmur Internasional Tbk98,06%
17*DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk95,76%
18ELPIPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk98,90%
19FAPAPT FAP Agri Tbk99,77%
20FILMPT MD Entertainment Tbk92,98%
21FITTPT Hotel Fitra International Tbk95,00%
22GEMSPT Golden Energy Mines Tbk99,24%
23*HATMPT Habco Trans Maritima Tbk96,09%
24IFSHPT Ifishdeco Tbk99,77%
25KINGPT Hoffmen Cleanindo Tbk98,40%
26KONIPT Perdana Bangun Pusaka Tbk95,08%
27LIFEPT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk99,21%
28MCOLPT Prima Andalan Mandiri Tbk98,62%
29MEGAPT Bank Mega Tbk95,68%
30*MGLVPT Panca Anugrah Wisesa Tbk95,94%
31*MGROPT Mahkota Group Tbk93,76%
32MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk97,02%
33MLPTPT Multipolar Technology Tbk99,42%
34MORAPT Ekamas Mora Republik Tbk95,65%
35MPROPT Maha Properti Indonesia Tbk99,99%
36PGUNPT Pradiksi Gunatama Tbk99,95%
37POLUPT Golden Flower Tbk99,94%
38PRAYPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk99,84%
39RISEPT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk98,03%
40*RLCOPT Abadi Lestari Indonesia Tbk95,35%
41*ROCKPT Rockfields Properti Indonesia99,85%
42SATUPT Kota Satu Properti Tbk94,27%
43SILOPT Siloam International Hospitals Tbk96,70%
44SMARPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk99,58%
45SOHOPT Soho Global Health Tbk99,93%
46*SOTSPT Satria Mega Kencana Tbk98,35%
47SRAJPT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk97,21%
48STTPPT Siantar Top Tbk94,95%
49*TCPIPT Transcoal Pacific Tbk94,10%
50*WBSAPT BSA Logistics Indonesia Tbk95,82%
51YUPIPT Yupi Indo Jelly Gum Tbk99,91%

*daftar HSC yang masuk sebelum 14 Juli 2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila