Sederet Harapan Bos OJK, BEI, hingga Himbara kepada Gubernur BI yang Baru

ANTARA FOTO/Fauzan/nym.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti (tengah), Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman (kiri), dan Deputi Gubernur BI Solikin M Juhro (kanan) menyampaikan keterangan seusai pelantikan mereka di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
3/9/2026, 06.16 WIB

Sederet pejabat sektor keuangan menyampaikan harapan mereka kepada Destry Damayanti yang resmi menjabat gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.

Destry mengucapkan sumpah jabatan di hadapan ketua Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (2/9) kemarin. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung MA, Jakarta, sekitar pukul 15.30 WIB.

Destry dilantik bersama dua anggota Dewan Gubernur BI lainnya yakni Aida S Budiman sebagai deputi gubernur senior BI dan Solikin M Juhro sebagai deputi gubernur BI untuk periode 2026-2031.

Dalam sumpahnya, Destry dan dua anggota Dewan Gubernur BI menyatakan komitmen untuk menjalankan amanah jabatan secara bertanggung jawab serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

"Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya untuk menjadi gubernur Bank Indonesia, untuk menjadi deputi gubernur senior Bank Indonesia, untuk menjadi deputi gubernur Bank Indonesia, langsung atau tidak langsung dengan nama dan dalih apa pun tidak memberikan atau menjanjikan untuk memberikan sesuatu kepada siapa pun juga," demikian sumpah jabatan yang mereka ucapkan.

Harapan Bos Himbara, OJK, dan BEI

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyambut baik pelantikan Destry beserta jajaran deputi gubernur BI yang baru. Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki itu, para pejabat yang dilantik kemarin adalah figur yang memiliki pengalaman di bidangnya.

"(Para pejabat yang dilantik) sudah mumpuni. Jadi harapan kami koordinasi semakin baik, sinergi semakin baik antara OJK dengan Bank Indonesia dan juga dalam kerangka KSSK bersama dengan menteri keuangan dan juga LPS supaya kita sama-sama menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia," kata Kiki seusai pelantikan Destry dkk di Gedung MA, Rabu (2/9).

Kiki menuturkan, peningkatan sinergi akan dilakukan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengoordinasikan kebijakan masing-masing lembaga. Meskipun setiap lembaga tetap menjaga independensinya, koordinasi diperlukan untuk mencegah terjadinya kebijakan yang saling bertentangan.

"Semua itu harus kita koordinasikan, sinergikan supaya tidak ada conflicting policy, supaya juga memastikan sinergi kita untuk menjamin stabilitas sistem keuangan," ujarnya.

Menurut dia, masih banyak program yang dapat dikembangkan bersama antara OJK dan BI. Salah satunya pengembangan program di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai program di daerah.

"Saya senanglah, harapannya dengan Bu Destry dan kawan-kawan," kata Kiki.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, berharap Destry dan jajaran Dewan Gubernur BI dapat menjalankan tugas dengan lancar. BEI, kata dia, siap mendukung kebijakan BI, terutama dalam upaya memperdalam pasar keuangan.

"Kami dari sektor mikro di pasar modal tentu sangat siap mendukung. Dengan pendalaman pasar di pasar keuangan secara umum, tentu kami di pasar modal akan ikut membantu untuk pendalaman pasar di pasar modal," ujar Jeffrey.

Menurut dia, kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk memperkuat ekosistem pasar keuangan. Dia mencontohkan peran PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang telah menjadi central counterparty (CCP) di pasar modal.

"Misalnya dalam ekosistem di pasar modal, KPEI kan juga sudah menjadi CCP. Untuk pasar uang dan valas, tentu kolaborasi seperti itu yang kita bangun terus," katanya.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Hery Gunardi, berharap kepemimpinan baru BI dapat semakin memperkuat peran bank sentral dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, likuiditas, nilai tukar dan investasi.

"Mudah-mudahan dengan formasi yang baru ini akan jadi lebih baik, harapannya. Dan kepercayaan investor luar juga akan meningkat, sehingga arus modal yang tadinya sempat pull out dari Indonesia akan kembali lagi dan menyebabkan ekonomi kita nampaknya lebih positif," ujar Hery.

Adapun Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyambut positif komposisi baru Dewan Gubernur BI yang berasal dari internal bank sentral.

"Harapannya yang terbaik untuk BI. Semua kebijakan yang dijalankan harusnya pro-market. Harapannya yang terbaik untuk BI," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri