Katalis Baru TINS, Ekspansi ke Timur Tengah hingga Revisi RKAB Intip Prospeknya
Emiten anggota holding pertambangan MIND ID yaitu PT Timah Tbk (TINS) menyampaikan motor penggerak baru bagi bisnis tambang timahnya setelah perseroan mencatatkan kinerja moncer pada paruh pertama 2026.
Perseroan mulai memperluas pasar ekspor ke sejumlah negara, salah satunya Timur Tengah, sekaligus menyiapkan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 dengan target kinerja keuangan yang lebih tinggi dari sasaran awal.
Direktur TINS Ilhamsyah Mahendra mengatakan ekspansi pasar menjadi salah satu fokus perseroan untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Namun untuk pasar domestik, TINS belum melihat kebutuhan ekspansi karena pangsa pasar timah perseroan di dalam negeri sudah hampir 100%.
“Untuk pasar global, untuk tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan. Salah satunya di pasar Asia Tenggara dan juga Eropa, yaitu di Filipina dan juga United Kingdom,” kata Ilhamsyah dalam paparan publik secara virtual, Kamis (10/9).
Selain membuka pasar baru, penjualan TINS di Vietnam dan India juga menunjukkan pertumbuhan volume. India menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan paling signifikan.
Dia melaporkan, kontribusi pasar India terhadap penjualan TINS meningkat dari sekitar 5% menjadi 12%. Pertumbuhan tersebut didorong ekspansi industri ponsel dan semikonduktor di India.
Ilham pun menyebut peningkatan produksi ponsel di India, termasuk ekspansi pabrik Foxconn untuk produksi iPhone menjadi salah satu faktor yang mendukung permintaan timah TINS.
Produksi iPhone di India disebut meningkat dari sekitar 33 juta unit menjadi 55 juta unit. Kondisi tersebut membuka peluang bagi TINS untuk meningkatkan penetrasi pasar di negara tersebut.
TINS juga menyiapkan ekspansi pasar ke Timur Tengah pada 2027. Namun, rencana tersebut sempat tertunda akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat.
“Middle East menjadi target kita tahun 2027. Tentu beberapa di negara Eropa dan pertumbuhan volume di United Kingdom, juga di Vietnam dan Filipina dan tentu di India,” ujar Ilhamsyah.
Target Keuangan Bakal Direvisi
Di tengah ekspansi pasar, TINS juga tengah menyiapkan revisi target kinerja keuangan 2026. Direktur Keuangan TINS Fina Eliani mengatakan perseroan sebelumnya menargetkan produksi sekitar 30.000 ton timah, pendapatan Rp 15,4 triliun, dan laba bersih Rp 1,6 triliun pada 2026.
Namun, realisasi kinerja hingga semester pertama 2026 telah melampaui target keuangan tersebut. Karena itu, TINS kini mengajukan perubahan RKAP kepada pemegang saham.
“PT Timah saat ini sedang mengajukan rencana kerja RKAP perubahan kepada pemegang saham agar dari sisi finansial kami mendapatkan target yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang sebelumnya disetujui,” kata Fina.
Fina belum dapat mengungkapkan besaran target baru karena masih menunggu persetujuan pemegang saham.
Perseroan juga belum menyampaikan target keuangan 2027. Namun, sebagai bagian dari holding MIND ID, TINS mendapat target agar laba bersih pada 2027 lebih tinggi dibandingkan target laba 2026.
Perseroan membukukan laba bersih Rp 2,79 triliun pada semester pertama 2026. Torehan tersebut melonjak 779% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) sebesar Rp 318,47 miliar. Sleian itu capaian itu telah melampaui target laba bersih sepanjang 2026 sebesar Rp 1,61 triliun atau setara 169% dari target tahunan.
Pendapatan TINS juga melonjak 147% secara tahunan menjadi Rp 10,41 triliun dari Rp 4,21 triliun. EBITDA meningkat 363% YoY menjadi Rp 3,9 triliun. Kinerja tersebut ditopang kenaikan volume penjualan dan naiknya harga timah global.
Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro mengatakan, peningkatan produktivitas, disiplin pengelolaan biaya, serta transformasi operasional menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja perseroan.
"Kami akan terus memperkuat fundamental usaha melalui eksplorasi berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, dan peningkatan efisiensi operasional guna menjaga pertumbuhan jangka panjang," ungkap Restu dalam keterangan resminya dikutip Jumat (31/7).
Kejar Produksi 30 Ribu Ton Timah
Dari sisi operasional, TINS masih mempertahankan target produksi 30.000 ton dan penjualan logam timah 29.000 ton pada 2026.
Untuk mengejar target tersebut, perseroan menambah empat kapal produksi sejak Juli hingga Agustus 2026. TINS juga memperluas kegiatan pertambangan darat melalui kerja sama dengan sejumlah mitra serta meningkatkan produktivitas alat tambang.
Ilham mengatakan peningkatan produktivitas alat kerja membuat output perseroan meningkat signifikan dibandingkan 2025.
Selain penambahan alat, pengamanan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) menjadi bagian penting dari strategi produksi. TINS memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum dan satuan tugas untuk menekan aktivitas tambang ilegal serta penyelundupan bijih timah.
Menurut Ilham, penurunan aktivitas ilegal memungkinkan perseroan mengoptimalkan produksi dari wilayah IUP sendiri.
Untuk 2027, fokus TINS akan bergeser lebih jauh pada keberlanjutan sumber daya melalui pencarian cadangan baru. Perseroan juga mulai serius mengembangkan timah primer dan logam tanah jarang bersama sejumlah mitra serta melakukan kajian teknologi.