IHSG Diproyeksi Konsolidasi, Analis Rekomendasikan Saham INET, INDY hingga AMRT

Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berada di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2026). IHSG perdagangan akhir pekan ditutup menguat 0,95% atau naik 51,35 poin ke level 5.439,26 dengan sepanjang perdagangan, mayoritas saham bergerak menguat, dengan 477 saham naik, 187 saham melemah, dan 129 saham tidak mengalami perubahan.
Penulis: Karunia Putri
3/11/2026, 06.01 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berkonsolidasi pada perdagangan Selasa (3/11). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Indika Energy Tbk (INDY) hingga PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Tim riset BRI Danareksa mengatakan, secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan konsolidasi dengan menguji resistance ke level 5.116–5.170. Adapun candle terakhir membentuk bullish candle ?dengan ekor bawah panjang setelah sempat menembus 5.000, mengindikasikan respons beli di area bawah. 

“Namun, RSI di 29,67 masih berada di area oversold, sementara indeks tetap jauh di bawah MA200 (6.846), sehingga tren utama masih bearish,” tulis tim riset BRI Danareksa dikutip Selasa (3/11). 

Menurutnya, selama support 5.027–4.962 mampu dipertahankan, peluang rebound tetap terbuka; penembusan resistance 5.170 diperlukan untuk memperkuat pemulihan jangka pendek. 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, tim riset BRI Danareksa Sekuritas melihat pasar mulai mencermati implementasi kebijakan BEI yang mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dengan bobot sekitar 18% terhadap IHSG dari perhitungan indeks. 

Sementara itu dari kacamata makro, inflasi Oktober melandai ke 3,23% secara tahunan (yoy) dan neraca perdagangan September masih surplus US$ 3,36 miliar, meski menyusut dari US$ 3,55 miliar pada Agustus. 

Selanjutnya, perhatian tertuju pada pemilu sela AS dan data JOLTS malam ini, disusul rilis PDB Indonesia kuartal III pada 5 November dengan konsensus pertumbuhan 5,0% yoy, serta data tenaga kerja AS (NFP) pada 6 November.

Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sementara itu analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menjelaskan, IHSG memberi sinyal adanya potensi rebound lebih jauh setelah menembus tipis di atas resisten minor 5.123.  Namun dia melihat masih ada potensi tren turun hingga di bawah 4.800, terlebih jika IHSG menembus di bawah support krusial 4.972. 

Pada perdagangan hari ini level support IHSG berada di 4.972, 4.895 dan 4.767, sementara level resisten berada di 5.418, 5.561 dan 5.716. 

Ivan merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri